Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Katib Aam PBNU: NU Wajib Menjaga Agama

Katib Aam PBNU: NU Wajib Menjaga Agama
Istighotsah kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-98 Nahdlatul Ulama di PCNU Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/RB)
Istighotsah kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-98 Nahdlatul Ulama di PCNU Kota Pasuruan. (Foto: NOJ/RB)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan menggelar istighotsah kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-98 Nahdlatul Ulama. Istighotsah diikuti para pengurus abang, majelis wakil cabang, ranting hingga lembaga banom di lingkungan NU secara virtual. 

 

“NU biasanya suka ramai-ramai, tapi untuk sekarang pola pikir itu harus dirubah. Bagaimana tetap produktif berkarya tanpa menciderai aturan protokol kesehatan demi kebaikan. Untuk itu kami memohon maaf jika istighotsah kali ini tidak bisa dilaksanakan seperti sebelum-sebelumnya,” kata KH Nailur Rochman Ketua PCNU Kota Pasuruan, saat memberikan sambutanya pada Ahad (28/02/2021).

 

Istighotsah terasa istimewa karena dihadiri langsung Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dalam sambutannya KH Yahya Cholil Staquf mengatakan NU saat ini sudah berusia 98 tahun sejak didirikan pada 1926 M. Dua tahun lagi akan genap satu abad dan akan menyongsong abad kedua. 

 

“Dalam istikhoroh KH Hasyim Asyari mendapatkan isyarah dalam Al-Qur’an yurīdụna liyuṭfi`ụ nụrallāhi bi`afwāhihim, wallāhu mutimmu nụrihī walau karihal-kāfirụn. Isyarah ini persis dengan kondisi saat itu, mereka ingin memporak-porandakan keluhuran agama Allah (Islam), sengaja akan menghancurkan, namun Allah justru memberikan isyarat kelahiran NU akan memberikan pencerahan,” terang Gus Yahya panggilan akrab Katib Aam PBNU.

 

Putra KH Cholil Bisri ini mengatakan dunia merasa takjub dan mereka membutuhkan Islam ala NU.

 

“Inilah menjadi alasan saya keluyuran kesana kemari dan gerakan ini disambut oleh berbagai pihak di dunia internasional,” jelas kakak dari Menteri Agama RI ini. 

 

Selain itu dengan tegas Gus Yahya melanjutkan Indonesia tidak bisa berjalan jika tidak mengajak NU, mulai sejak proklamasi sampai saat ini. Namun di usia ke-98 tahun ini NU harus mandiri, bukan berarti menolak sumbangan.

 

“Kita harus memposisikan pada pihak yang bermartabat, bukan order-order saja, kita harus bangkit dan membangun kapasitas,” pungkasnya. 

 

Diketahui sejumlah tokoh hadir pada istighotsah kubro di antaranya KH Abdul Halim Masud Rais PCNU Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo Wakil Wali Kota Pasuruan, AKBP Arman Kapolres Pasuruan Kota, Letkol Arh Burhan Dandim 0819, Ismail Marzuki Ketua DPRD Kota Pasuruan.

 

Editor: Rofi'i Boenawi

Iklan promosi NU Online Jatim