Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Katib NU Jatim Sampaikan Taujihat saat Turba di Madura

Katib NU Jatim  Sampaikan Taujihat saat Turba di Madura
Pengurus PWNU Jatim saat Turba di Kabupaten Sampang, Sabtu (29/05/2021). (Foto: NOJ/ Syaifullah).
Pengurus PWNU Jatim saat Turba di Kabupaten Sampang, Sabtu (29/05/2021). (Foto: NOJ/ Syaifullah).

Sampang, NU Online Jatim  
Kegiatan turun ke bawah atau Turba Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur diawali Sabtu (29/05/2021) siang. Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Assirojiyah, Kajuk, Rongtengah, Sampang.

 

Secara khusus, PWNU Jatim memberikan taujihat atau imbauan kepada peserta yang hadir. Yakni dua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang dan Bangkalan, termasuk utusan dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).

 

Dalam amanahnya, KH Syafrudin Syarif selaku Katib PWNU Jatim menjelaskan bahwa diperlukan berbagai ikhtiar organisasi agar keberadaan jamiyah semakin solid.

 

“Perlunya persatuan dan kesatuan dalam berjamaah dan berjamiyah,” kata Kiai Syafrudin, sapaan akrabnya

 

Pada saat yang sama, dirinya menyampaikan perlunya PCNU memiliki program prioritas sebagaimana dituangkan dalam panca gerakan menuju 1 abad NU.

 

“Khususnya penguatan ekonomi demi terwujudnya kemandirian organisasi serta mengupayakan adanya lembaga pendidikan berkualitas di setiap PCNU demi mempersiapkan SDM NU berkualitas di masa mendatang,” ungkapnya.

 

Karena itu perlunya pemahaman dan konsistensi semua kepengurusan pada prinsip dan tertib organisasi sebagaimana dijelaskan dalam AD/ART dan Pedoman Organisasi dan Organisasi (POA).

 

“Salah satu yang perlu ditegaskan, tentang syuriyah sebagai pemimpin tertinggi organisasi dan tanfidziyah sebagai pelaksana organisasi,” terangnya.

 

Alumni Pesantren Lirboyo, Kediri itu mengemukakan sebagaimana hasil keputusan musyawarah kerja, PWNU Jawa Timur meminta PCNU terus melakukan penataan organisasi serta disiplin dan seksama.

 

“Yakni dalam memilih personal kepengurusan sesuai prasyarat ilmu, akhlak dan perilaku an-Nahdliyah demi menjaga marwah jamiyah,” ungkapnya.

 

Demikian pula, pada acara tersebut Kiai Syafrudin mengingatkan bahwa pada Muktamar NU mendatang, PWNU Jawa TIimur akan mengusulkan agar pemilihan ketua Tanfidziyah ditentukan oleh Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

 

“Hal tersebut sebagaimana sudah diputuskan dan diterapkan dalam pemilihan rais syuriyah,” tegasnya.

 

 

Terakhir, agar semua agenda dan gerakan organisasi menuju 1 abad NU berlangsung terlaksana dengan sukses dan lancar, maka seluruh kepengurusan diimbau melakukan juga ikhtiar batiniyah.

 

“Juga senantiasa memohon bimbingan, petunjuk dan perlindungan kepada Allah SWT,” pungkasnya.


Editor:
F1 Bank Jatim