Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Katib Ranting NU di Sumenep ini Raih Gelar Doktor, "Dikukuhkan" Sang Ibu

Katib Ranting NU di Sumenep ini Raih Gelar Doktor, "Dikukuhkan" Sang Ibu
Durhan saat dikukuhkan ibunya meraih gelar doktor dari UINSA. (Foto: NOJ/ Firdausi).
Durhan saat dikukuhkan ibunya meraih gelar doktor dari UINSA. (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Covid-19 telah menyebabkan kegiatan belajar mengajar vakum. Baik siswa dan mahasiswa, termasuk saat ujian skripsi, tesis, hingga disertasi. Bahkan sidang senat terbuka yang diselenggarakan oleh segenap perguruan tinggi juga terpaksa harus dilaksanakan secara virtual.

 

Momen seperti ini dirasakan oleh kader NU, yakni Durhan yang mengikuti prosesi wisuda doktoral Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Selasa (20/10/2020).

 

Pria yang tinggal di perbatasan Kabupaten Sumenep tersebut, bulan lalu telah membayar jerih payahnya dengan mendapat ucapan selamat dari promotor dan dosen pengujinya dengan predikat sangat memuaskan. Walaupun ujian tertutupnya mencari tumpangan rumah yang memiliki signal internet yang kuat.

 

Dosen Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk tersebut mengikuti prosesi wisuda virtual yang dipimpin oleh Bapak Masdar Hilmy selaku Rektor, Aswadi selaku Direktur Pascasarjana UINSA, dan Promotor yang juga hadir di acara tersebut.

 

Saat prosesi berlangsung, suasana semakin haru dan sakral. Dimana Durhan dikukuhkan langsung oleh ibunda tercinta. "Saya dan istri menginginkan ibu yang mengukuhkannya. Karena beliau lah yang paling banyak memberi dukungan moral dan doa kepada saya," ungkapnya.

 

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Selatan tersebut menceritakan bahwa setiap berangkat kuliah, beliau selalu mengelus ubun-ubunnya. "Dengan dikukuhkannya oleh beliau, saya berharap keridlaan Allah SWT betul-betul saya raih," ujarnya.

 

Pria yang juga menjabat sebagai Katib Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kaduara Timur Kecamatan Pragaan tersebut mengutarakan bahwa setelah menyandang gelar doktor akan fokus pada pendidikan dimana ia mengabdi. Yakni di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Ghazali, Madrasah Aliyah (MA) Al-Ghazali, Instika, dan Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.

 

"Mohon doanya, insyaallah saya akan lanjutkan untuk meraih gelar guru besar," ucapnya penuh semangat.

 

Tak sampai disitu, untuk meraih gelar tersebut ia tidak akan mundur dan kendor. Karena dengan lewat mengabdi kepada masyarakat dan menjadi guru ngaji di Mushalla Asy-Syifa, gelar itu akan diraihnya. "Tak luput juga berkat ngalap barakah pada guru dan muassis NU, kami selalu diberikan jalan terbaik," pungkasnya.

 

Acara wisuda virtual dihadiri oleh ibu Ismiyati, istri Nur Aizani bersama anak-anaknya, dan ada pula tetangga yang datang sekedar ingin tau prosesi wisuda virtual di masa pandemi.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim