Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ke Mojokerto? Jangan Lupa Kudapan Khasnya, Onde-onde

Ke Mojokerto? Jangan Lupa Kudapan Khasnya, Onde-onde
Onde-onde dengan aneka rasa. (Foto: NOJ/LKf)
Onde-onde dengan aneka rasa. (Foto: NOJ/LKf)

Mojokerto, NU Online Jatim

Saat ini memang masih ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. Mobilitas warga dibatasi sebagai ikhtiar agar penyebaran Covid-19 dapat dicegah. Namun kala suasana kembali normal, hal yang layak untuk masuk dalam agenda kuliner adalah mencicipi kudapan khas Mojokerto, yakni onde-onde.

 

Melewati kawasan ini, asal lewat jalur bawah, kurang lengkap rasanya tanpa membawa oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Pemudik maupun pelancong bisa menyempatkan waktu berburu jajanan khas Bumi Majapahit, yakni onde-onde.

Salah satu yang terkenal di Mojokerto adalah Onde-onde Arasa. Ya, selain harganya lebih murah, pusat buah tangan yang satu ini mudah dijangkau karena ada di jalur utama sekitar terminal Mojokerto.

Karena toko Arasa terletak di jalur arteri Jalan Bypass Mojokerto KM 50, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar. Menemukan tempat ini pun cukup mudah. Karena persis di depannya, terdapat sebuah patung onde-onde raksasa.
 

Onde-onde Arasa dibuat dengan 3 varian rasa. Yaitu kacang hijau-cokelat, kacang hijau-keju dan kacang hijau original. Anda bisa menikmati ketiga varian rasa tersebut hanya dengan membeli satu kotak onde-onde.

"Satu kotak isi 10 onde-onde kami jual Rp 25 ribu. Isinya 2 biji onde-onde kacang hijau-cokelat, 2 biji onde-onde kacang hijau-keju, serta 6 biji onde-onde kacang hijau original," kata pegawai bagian pemasaran toko oleh-oleh Arasa Muhammad Ikhwan (28) sebagaimana dimuat detikcom di lokasi.

Meski harganya lebih terjangkau, rasa onde-onde Arasa tergolong nikmat. Kulit onde-onde dibuat dengan tepung ketan murni sehingga lebih kenyal. Rasa bagian kulit semakin gurih dengan bubuhan wijen impor dari India. Sementara isian onde-onde menggunakan kacang hijau murni yang hanya dicampur dengan gula pasir sebagai pemanis. Untuk 2 varian rasa lainnya, isian hanya ditambahi cokelat atau keju.
 

Bagi yang akan menempuh perjalanan jauh tak perlu khawatir onde-onde akan basi sebelum sampai di kampung halaman. Menurut Ikhwan, onde-onde Arasa baru akan mengeras bagian kulitnya sekitar 16 jam setelah digoreng. Sementara masa kadaluarsanya 2 hari.

"Kalau pembeli minta onde-onde yang masih panas, langsung kami gorengkan. Biasanya untuk camilan saat perjalanan jauh," terangnya sembari menunjukkan tempat penggorengan dan pembuatan onde-onde persis di sebelah kasir toko Arasa.

Kenikmatan rasa ditambah harganya yang terjangkau, membuat Onde-onde Arasa selalu disukai pembeli. Menurut Ikhwan, rata-rata pihaknya menjual 70-80 kotak onde-onde dalam sehari di luar momen lebaran. Tak hanya dari berbagai daerah di Jatim, pembeli juga banyak datang dari Jateng, Yogyakarta dan Jabar.

"Kalau musim mudik lebaran seperti tahun lalu, sehari bisa laku sampai 5 ribu biji onde-onde (500 kotak)," ungkapnya.

Namun selama dibukanya tol Trans Jawa yang sudah tersambung berdampak pada berkurangnya jumlah kendaraan yang melintas di Bypass Mojokerto. Sehingga pembeli pun berkurang.


Editor:
F1 PWNU Jatim