Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kelompok Baca, Cara MAUWH Tambakberas Jombang Tingkatkan Literasi

Kelompok Baca, Cara MAUWH Tambakberas Jombang Tingkatkan Literasi
Kelompok baca menjadikan siswa dan siswi MAUWH Tambakberas memiliki kemampuan literasi. (Foto: NOJ/Pan)
Kelompok baca menjadikan siswa dan siswi MAUWH Tambakberas memiliki kemampuan literasi. (Foto: NOJ/Pan)

Jombang, NU Online Jatim

Hal yang menjadi keprihatinan saat ini di antaranya adalah rendahnya budaya membaca di masyarakat, utamanya anak muda. Kegandrungan kepada smartphone, gawai, dan telepon pintar membuat tidak ada waktu lagi untuk membaca literatur secara tuntas.

 

“Perkembangan teknologi di satu sisi mempermudah segala hal, namun bila tidak memiliki budaya literasi yang kuat justru akan membuat dipermainkan dengan wacana yang berkembang,” kata Ustadz Mustaufikin, Jumat (25/06/2021).

 

Karena itu di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbullah (MAUWH), Tambakberas, Jombang dibentuk kelompok baca.

 

“Kelompok baca merupakan salah satu cabang pengembangan diri di madrasah ini sebagai upaya untuk meningkatkan literasi siswa,” kata Wakil Kepala  Bidang Hubungan Masyarakat MAUWH tersebut.

 

Dikemukakan bahwa secara umum, literasi diartikan sebagai aktivitas menulis dan membaca. Akan tetapi digunakan sebagai landasan dalam medium untuk belajar sepanjang hayat.

 

“Karena literasi bertujuan untuk melatih dalam berpikir kritis dan berani berpendapat,” ungkap alumnus pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

 

Dijelaskan lebih lanjut bahwa kegiatan pengembangan diri ini diisi dengan laporan baca dari anggota yang diwajibkan untuk membaca buku tiap pekannya.

 

“Secara tidak langsung, anggota kelompok baca dilatih percaya diri dalam menceritakan buku yang sudah dibaca serta juga dilangsungkan di bawah pengawasan pembina,” urai dia.

 

Alumnus Pesantren Tremas, Pacitan ini mengemukakan bahwa kegiatan belajar menulis disesuaikan minat masing-masing anggota.

 

“Ada yang belajar menulis cerita pendek, esai, dan lain-lain,” terangnya.

 

Sesekali ada materi tentang kepenulisan bagi semua anggota kelompok baca yang bertujuan menambah kreativitas anggota dalam hal tersebut.

 

Pengembangan diri kelompok baca juga memiliki kegiatan aksidental. Yaitu dengan mendatangkan pemateri dari luar, seperti bedah tokoh, bedah buku, ataupun seminar.

 

“Perbedaan latar belakang pemateri dapat semakin memperluas wawasan anggota kelompok baca terkait keluwesan menulis dan membaca, sehingga dapat mempermudah menghadapi berbagai persoalan,” pungkasnya.


Editor:
F1 PWNU Jatim