Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Keluarga Madura Kaya yang Kebal Bacok

Keluarga Madura Kaya yang Kebal Bacok
Asupri akhirnya gelap mata menjarah rumah pengusaha sukses. (Foto: NOJ/Dbl)
Asupri akhirnya gelap mata menjarah rumah pengusaha sukses. (Foto: NOJ/Dbl)

Asupri, akhir-akhir ini terlihat sumpek. Bagaimana tidak? Istrinya sedang sakit, tiga anaknya yang sedang sekolah butuh dana bulanan. Jadwal si bungsu membelikan susu formula. Utang di warung dan tetangga mestinya sudah 'jatuh tempo' beberapa pekan lalu. Tak mungkin harus nambah utang lagi. Akhirnya ia gelap mata.

 

Berbekal celurit, tutup wajah dan tekad baja, Asupri berniat menjarah rumah pengusaha. Saat malam mulai larut, ia mengendap ke belakang rumah H Sukri yang dikenal sebagai pengusaha sukses. Tak ada masalah untuk rintangan seperti ini, karena ia memiliki jam terbang tinggi. Apalagi penghuni tengah terlelap.

 

Akan tetapi saat mengangkat TV di ruang tengah, hiasan pot kecil di atasnya jatuh ke lantai. Suaranya membuat bujang H Sukri terbangun. Berbekal keberanian, sang anak juragan menghadang. Dan karena suasana mendesak untuk segera menyelesaikan hadangan di depan mata, dikeluarkan celurit yang sejak lama dibawa.

 

Dan pertarungan kecil ini ternyata mengakibatkan sebuah guci besar di sudut ruangan ikut tersenggol dan mengakibatkan suara gaduh. H Sukri dan anaknya terbangun dan membantu bujang untuk mengusir pencoleng. Tak ada pilihan lain, celurutnya diayunkan dengan membabi buta.

 

Tidak disangka, keluarga H Sukri ternyata tidak mempan ditebas. Berkali-kali disabet dengan celurit jumbo yang dibawanya, nyatanya seluruh anggota keluarga ini tak mempan dibacok. Karena takut semakin gaduh, tidak ada jalan lain kecuali mengambil jurus langkah seribu alias kabur.

 

“Maling…!” kata H Sukri dan keluarganya. Dan dalam waktu singkat, kentongan berbunyi di setiap gang. Dan entah bagaimana caranya, ternyata Asupri bisa keluar dari kepungan penduduk. Ia hanya bisa terduduk sambil ngos-ngosan usai merampungkan jogging jelang pagi tersebut. 

 

Dan saat selonjor inilah ia geleng-geleng kepala. Dalam benaknya, bagaimana mungkin H Sukri dan keluarga bisa tahan bacok? Ia juga tak habis mengerti, bagaimana penduduk sekitar juga tak mempan ditebas oleh celurit yang dibawanya?

 

Dengan keringat yang masih mengucur deras, Asupri langsung bersandar di kursi dan meletakkan celuritnya di atas meja. Plas! Jantung Asupri seakan berhenti manakala tanpa sengaja matanya melihat keadaan celuritnya. Ternyata celurit itu belum dibuka sarungnya.

Dekremmah?

Iklan Hari Santri