Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Kemenag Jatim Pastikan Tarik Naskah Ujian Bermuatan Khilafah

Kemenag Jatim Pastikan Tarik Naskah Ujian Bermuatan Khilafah
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Mochammad Amin Mahfud. (Foto: NU Online Jatim/Nur Faishal)
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Mochammad Amin Mahfud. (Foto: NU Online Jatim/Nur Faishal)

Surabaya, NU Online Jatim

Masyarakat Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Kediri dibuat heboh dengan naskah soal Penilaian Akhir Semester (PAS) yang bermuatan wacana khilafah. Menanggapi itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) provinsi setempat langsung menarik seluruh naskah soal yang diberlakukan untuk siswa/i kelas XII Madrasah Aliyah se wilayah kerja Kediri Utara itu.

 

Naskah ujian tersebut untuk mata pelajaran fiqih dan terdiri dari tujuh pertanyaan dengan model jawaban 'pilihan'. Enam pertanyaan di antaranya mengandung muatan wacana khilafah. Bukan sejarah, khilafah yang ditanyakan kepada siswa peserta ujian lebih kepada pemahaman tentang konsep khilafah berikut dalil-dalilnya di dalam Al-Qur’an.

 

Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Mochammad Amin Mahfud mengatakan, bahwa sebenarnya soal berisi materi tentang pemerintahan Islam setelah Nabi Muhammad wafat, yakni dari Khulafaur Rasyidin sampai Turki Usmani. Materi itu salah satu bahasan pada KMA Nomor 165 tahun 2014. Namun, titik tekan dari materi ini sebenarnya adalah pada aspek perkembangan kehidupan.

 

Agar tidak terjadi kesalahpahaman, terutama di lingkungan siswa, Amin memastikan naskah ujian itu ditarik alias dicabut.

 

"Diganti dengan soal cadangan yang tidak bermuatan khilafah, yang nantinya akan diujikan tersendiri dalam ujian susulan," katanya kepada wartawan pada Kamis (5/12).

 

Dia menjelaskan, naskah ujian yang heboh itu ditemukan di enam MA Negeri (MAN), yakni lima MAN di Kabupaten Kediri dan satu MAN di Kota Kediri.

 

"Dari enam madrasah itu, hanya satu MAN di Kota Kediri yang telah mengujikan. Sementara lima MAN di Kabupaten Kediri belum diujikan ke siswa," ujarnya.

 

Amin mengaku telah mengecek secara menyeluruh dan dipastikan bahwa naskah ujian bermuatan khilafah itu hanya beredar di enam MAN di Kediri, tidak di kabupaten/kota lain di Jatim.

 

"Kami mohon maaf atas kejadian ini, terkait dengan soal fiqih yang diujikan di MAN wilayah kerja Kediri Utara. Saya pastikan soal itu akan diganti soal cadangan," pungkasnya.

 

Kontributor: Nur Faishal

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim Harlah