Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kenapa Mulut Bau Saat Puasa? Ini Kata Dokter Gigi RSI Unisma

Kenapa Mulut Bau Saat Puasa? Ini Kata Dokter Gigi RSI Unisma
Jadwal praktek drg Rania. (Foto: NOJ/humas)
Jadwal praktek drg Rania. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Berbagai macam pelayanan kesehatan terbaik ada di RSI Unisma Malang salah satunya adalah Poli Gigi. Untuk memenuhi kebutuhan pasien selain dengan dokter gigi umum, Poli gigi RSI Unisma Malang juga dilayani oleh dokter gigi spesialis antara lain orthodonti, periodonti, endodontik dan bedah mulut. Rutin memeriksakan kesehatan gigi adalah anjuran dari dokter minimal setiap 6 bulan sekali. drg Rania Attamimi adalah salah satu dokter gigi terbaik di RSI Unisma memaparkan hubungan antara puasa dan mulut bau.

 

Dokter gigi yang biasa disapa Dokter Rania tersebut berbicara bahwa bulan Ramadlan merupakan bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia, dimana umat muslim diwajibkan berpuasa selama satu bulan mulai terbit fajar hingga matahari terbenam.

 

Dokter lulusan Universitas Airlangga lulus tahun 2015 tersebut memaparkan bagaimana pola makan yang berubah berpengaruh terhadap kondisi gigi dan mulut. Puasa memberikan waktu istirahat bagi mulut dari mencerna makanan.

 

"Ketika dalam kondisi tidak berpuasa, gigi dan mulut mencerna makanan beberapa kali dalam sehari bahkan di luar jam makan 3 kali sehari, seperti nyemil dan minum minuman segar. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya asam berulang kali akibat dari proses bakteri mencerna sisa makanan di mulut. Terbentuknya asam yang berulang dan asam ini menyebabkan rusaknya mineral gigi, yaitu email. Dengan berpuasa memberikan waktu bagi gigi dan mulut mengurangi pembentukan asam tadi," katanya, Senin (03/05/2021).

 

Selain itu, puasa juga menyebabkan beberapa perubahan kondisi mulut, yaitu mulut kering, bibir pecah-pecah dan bau mulut. Kondisi tersebut dipicu karena saat puasa dan tidak makan menyebabkan produksi air liur berkurang karena tidak ada rangsangan makanan. Dan kondisi dehidrasi dimana tidak ada asupan cairan sehingga produksi air liur berkurang.

 

"Bau mulut disebabkan produksi air liur berkurang sehingga pembersihan mulut pun menurun intensitasnya," ungkapnya.

 

Untuk menghindari beberapa hal tersebut diatas dokter Rania menyarankan untuk minum cukup air putih, memperbanyak makanan yang tinggi vitamin C untuk membantu produksi kolagen yang memberikan elastisitas dan kelenturan sehingga bibir tidak kaku.

 

"Kemudian menyikat gigi dengan benar minimal dua kali per hari, membersihkan sisa-sisa makanan dengan dental floss, menyikat lidah, serta selektif dalam memilih makanan," ujarnya.

 

Dokter Rania juga menyarankan agar saat berpuasa menghindari makanan penyebab dehidrasi, makanan yang mengandung kafein dan gula, dan makanan yang berbau dan menyengat seperti jengkol, petai, dan lain-lain.

 

"Namun disarankan untuk makan makanan tinggi yang berserat seperti buah dan sayur sehingga dapat memicu lingkaran rongga mulut menjadi basah, mengkonsumsi kurma karena tinggi serat, kalsium dan fluoride. Tidak makan sesaat sebelum tidur karena saat kondisi tidur produksi air liur menurun dimana otomotis berkurangnya proses pembersihan makanan yang menyebabkan banyaknya asam dari bakteri. Keadaan ini menyebabkan gigi berlubang," jelasnya.

 

Dokter Rania juga menambahkan efektifitas penggunanaa obat kumur. “Penggunaan obat kumur sebetulnya tidak diperlukan. Yang diperlukan adalah menggosok gigi teratur dua kali sehari, menggosok lidah dan menggunakan dental floss untuk sela-sela gigi. Karena bila ada bau mulut, meskipun menggunakan cairan kumur, biasanya tidak bertahan lama sehingga harus dihilangkan penyebab bau mulutnya,” imbuhnya.

 

Dokter gigi RSI Unisma Malang itu pun juga memberikan saran agar terhindar dari bau mulut yang setiap hari dapat dilakukan yaitu menggosok gigi secara rutin dan benar. “Menggosok gigi dari arah gusi ke gigi sehingga kotoran keluar,” pungkasnya.

 

Pendaftaran Poli Gigi dapat melalui reservasi secara online melalui WA/SMS dioperator RSI Unisma Malang 081 1314 8899.

F1 Promosi Iklan