Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kenduri Harlah NU, Warga Nahdliyin di Sidoarjo Sajikan 95 Takir

Kenduri Harlah NU, Warga Nahdliyin di Sidoarjo Sajikan 95 Takir
Kenduri Takir Nusantara Memperingati Harlah NU yang digelar oleh MWCNU Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (30/01/2021). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)
Kenduri Takir Nusantara Memperingati Harlah NU yang digelar oleh MWCNU Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (30/01/2021). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Nahdlatul Ulama (NU) lahir pada 31 Januari 1926 silam, tanggal tersebut bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H. Ragam cara dilakukan warga nahdliyin di seluruh nusantara dalam memperingati Hari lahir (Harlah) NU.

 

Salah satunya yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo dengan menggelar doa bersama dan kenduri (selamatan) takir nusantara dalam rangka memperingati Harlah NU ke-95. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman kantor MWCNU Buduran, Sabtu (20/01/2021).

 

Kenduri ini sebagai  wujud ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Allah atas keberadaan NU selama ini. Uniknya, dalam acara kenduri kali ini panitia selain menyiapkan hidangan tumpeng juga menyajikan sejumlah 95 takir atau wadah makanan tradisional  berisi makanan yang dibuat dari daun pisang yang kedua sisinya ditusuk dengan lidi.

 

Takir dibuat dengan hati-hati dan harus seimbang kedua sisinya, daun pisangnya juga tidak boleh robek, agar makanan didalamnya tidak mudah tumpah dan berceceran.

 

Kata takir sendiri berasal dari bahasa Jawa "nata karo mikir" (menata dan berpikir) yang bermakna bahwa di dalam kehidupan senantiasa harus mempertimbangkan dan menata setiap langkah yang diambil dengan pemikiran tenang, seksama, mendalam dan berhati-hati agar mendapatkan hasil yang terbaik.

 

“Takir itu kan ada sudutnya tertata dengan baik dan ketika disusun ada keseimbangan. Nah keseimbangan di dalam hidup itu adalah hablum minallah dan hablum minannas. Takir tersebut berjumlah 95 sebagai simbol dalam rangka peringatan harlah NU ke-95,” tutur Ustadz M Zakki Mubarok, Ketua MWCNU Buduran, saat ditemui NU Online Jatim usai acara.

 

Lebih lanjut, dirinya mengajak semua warga nahdliyin untuk saling memperkuat ukhuwah nahdliyah serta selalu menjaga aqidah Ahlussunah wal Jama’ah an Nahdliyah.

 

“Kita tanamkan kepada putra-putri kita aqidah ini dengan memasukkan ke sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Di masa pandemi ini kita juga harus menaati protokol kesehatan, kalau sekarang pemerintah menganjurkan untuk vaksinasi ya harus kita dukung bersama,” tegasnya.

 

Sementara itu, Danramil Buduran, Kapten Muhammad Choiri memberikan apresiasi atas digelarnya peringatan Harlah NU ini, menurutnya dengan bertambahnya usia, NU akan semakin dewasa dalam merangkul semua golongan.

 

“Diantaranya menjadi motivator dalam mempererat semua organisasi keagamaan. Dimasa pandemi ini kami berharap MWCNU Buduran  turut serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan dan bahayanya Covid-19, sehingga kedepan pandemi ini bisa selesai dan ekonomi akan bangkit kembali,” katanya.

 

Ketua panitia acara, M Ali Subhan mengemukakan bahwa bersamaan dengan peringatan Harlah NU, panitia hari ini juga melaksanakan kegiatan pengecoran pondasi pembangunan kantor MWCNU Buduran yang baru. Adapun sumber dananya swadaya berasal dari donasi warga nahdliyin di wilayah Buduran, donasi yang masuk sementara sejumlah 1 miliar lebih, sedangkan dana yang dibutuhkan sekitar 4,7 miliar.

 

“Kantor MWCNU yang baru ini akan dibangun tiga lantai, rencananya lantai pertama akan digunakan untuk klinik, selanjutnya lantai dua untuk kantor, dan lantai ketiga untuk gedung pertemuan. Alhamdulillah, total donasi dari para tamu undangan yang hadir hari ini sekitar 50 juta,” ujarnya.

 

Dijelaskannya, selama ini semangat dan partisipasi dari warga nahdliyin di Kecamatan Buduran sangat luar biasa untuk membangun kantornya sendiri. Ia menambahkan, kantor MWCNU yang baru ini nantinya juga akan dijadikan sebagai rumah toleransi.

 

 

“Harapan kita kedepan warga nahdliyin Kecamatan Buduran bersama-sama dalam membangun, menempati, dan merawat kantor bersama ini. Kami juga menerima donasi dari warga di luar Kecamatan Buduran,” tutupnya.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus MWCNU Buduran bersama lembaga dan Badan otonom (Banom), Danramil Buduran, serta tamu undangan lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim