Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kepada Anak Muda, Aswaja Harus Dikenalkan dengan Cara Berbeda

Kepada Anak Muda, Aswaja Harus Dikenalkan dengan Cara Berbeda
Moch Shofiyuddin usaai memberikan materi pada Makesta PAC IPNU-IPPNU Ngoro, Mojokerto. (Foto: NOJ/A Rofi)
Moch Shofiyuddin usaai memberikan materi pada Makesta PAC IPNU-IPPNU Ngoro, Mojokerto. (Foto: NOJ/A Rofi)

Mojokerto, NU Online Jatim

Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), merupakan bentuk membina dan membimbing para remaja milenial untuk mendalami Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Yang juga penting adalah melahirkan generasi muda loyal kepada Nahdlatul Ulama.

 

Hal itu juga yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan  Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Mereka mengelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Sabilillah, Wotanmasjedong, Sabtu hingga Ahad (06-7/02/2021).

 

Dengan mengusung tema 'Cinta Agama dalam Negeri', Moch Shofiyuddin salah satu pemateri menyampaikan, IPNU-IPPNU harus mengenalkan Aswaja dengan pendekatan sosial budaya dan lebih bermasyarakat. Karena saat ini tidak cukup kalau hanya menggunakan pendekatan keagamaan.

 

"Misal kegiatan yang lebih bersifaf milenial, serta lebih ke life skill kader, saya yakin hal tersebut malah lebih bisa diterima masyarakat dan generasi muda masa kini," jelas mantan Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Mojokerto ini.

 

Terpisah, Ainur Rohkim selaku Ketua PAC Ngoro berharap pengkaderan bisa menginternalisasi nilai ideologi Aswaja an-Nahdliyah di kalangan pemuda NU Ngoro.

 

"Dengan diikuti 95 peserta dari siswa MTS, MA yang di Ngoro ini mampu menumbuhkan karakter kader yang cinta NKRI, setia kepada Pancasila dan mampu mengimplementasi toleransi dalam moderasi beragama," jelasnya.

 

Turut Hadir pada kesempatan ini, kepala dusun, sekretaris desa, takmir masjid, Pengurus Ranting NU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, serta sejumlah badan otonom.

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim