Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kepedulian LAZISNU di Sidoarjo, Santuni Warga yang Tertimpa Musibah

Kepedulian LAZISNU di Sidoarjo, Santuni Warga yang Tertimpa Musibah
Bantuan UPZIS LAZISNU Wedoro, Sidoarjo diberikan secara rutin kepada warga yang membutuhkan. (Foto: NOJ/Sutrisno A)
Bantuan UPZIS LAZISNU Wedoro, Sidoarjo diberikan secara rutin kepada warga yang membutuhkan. (Foto: NOJ/Sutrisno A)

Sidoarjo, NU Online Jatim

‘Dari Umat untuk Umat’ adalah prinsip yang digalakkan NU Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di seluruh tingkatan. Salah satunya seperti yang dilakukan Unit pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah (UPZIS) LAZISNU Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

 

Ada berbagai macam program yang sudah dijalankan selama ini, di antaranya memberikan santunan pendidikan anak yatim, santunan dluafa berupa sembilan bahan pokok setiap bulan, mendukung kegiatan NU dan badan otonom (Banom) seperti lailatul ijtima,  pengajian dluha dan sejenisnya. Juga santunan duka kepada shahibul musibah ketika ada Nahdliyin yang meninggal dunia.

 

Hal tersebut sebagaimana dibuktikan pada Jumat (21/8). Yang mana Aminah, warga RT 3 RW 2 Wedoro Utara sebagai anggota Muslimat NU setempat wafat.

 

“Kami pun memberikan santuna  kepada keluarga almarhumah,” kata Ustadz Sabarudin.

 

Pengurus UPZIS NU Care LAZISNU Wedoro ini menyampaikan bahwa sehari sebelumnya juga memberikan santunan duka ke keluarga almarhumah ibu Sukarmi warga RT 3 RW 3 Gg Anggrek Wedoro Sukun.

 

"Karena informasi yang terlambat dari petugas fundraising baru hari keempat pengurus UPZISNU Care LAZISNU Wedoro baru bisa bertakziah ke rumah duka" jelasnya kepada NU Online Jatim.

 

Menurut Darmatin selaku adik almarhumah sekaligus salah seorang petugas fundraising wilayah setempat menceritakan bahwasanya kakaknya saat meninggal dalam keadaan sakit.

 

Mengenal Lebih Dekat

UPZIS NU Care-LAZISNU Wedoro didirikan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Wedoro, Mei 2018. Pendirian terinspirasi oleh gerakan Kotak Infaq (KOIN) NU yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen Jawa Tengah saat disampaikan KH Ma'ruf Ishomuddin saat pelantikan PRNU Wedoro pada 2015.

 

Saat itu, KH Ma'ruf Ishomuddin menceritakan bahwa di PCNU Sragen setiap pengajian selapan selalu membuka kotak amal yang berisi koin terkumpul sampai Rp3 miliar.

 

"Ini sungguh gerakan KOIN yang luar biasa jika dikelola dengan baik oleh Nahdliyin," jelasnya saat itu.

 

Dan pada waktu itu dirinya memberi kenang-kenangan berupa kotak untuk pengurus NU yang barusan dilantik. Setelah tiga tahun berlalu salah seorang pengurus mengingatkan tentang oleholeh dari KH Ma'ruf yang berupa kotak. Akhirnya pengurus memesan seratus kotak dengan harga 16.000/ kotak langsung ke Pondok Sragen.

 

Saat itu modal belum ada, namun dengan meminjam uang ke HSholeh yang kebetulan menjadi Ketua PRNU Wedoro dan pengembaliannya diangsur.

 

"Setelah melalui musyawarah pengurus NU dan banom, terpilihlah beberapa pengurus LAZISNU Wedoro," ungkap Sabarudin.

 

 

Pada awal pemesan kotak hanya 100, sepekan pekan kemudian pesan lagi 400 kotak dan sebulan kemudian memesan 500. Jadi, dalam sebulan genap seribu kotak tersebar di 6 RW di PRNU Wedoro.

 

"Alhamdulillah antusias warga NU lumayan tinggi sehingga hasil perolehan rata-rata Rp10 juta per bulannya," papar Sabarudin. Dalam jangka waktu tiga bulan, angsuran sudah bisa mengembalikan modal Rp16 juta,- untuk pembelian seribu kotak dari Sragen, lanjutnya.

 

Pada awal adanya kotak sudah bisa membuat program santunan pendidikan anak yatim yaitu membiayai biaya pendidikan dan ujian, Juga memberikan santunan duka berupa 10 dus air mineral ke keluarga musibah. Termasuk bantuan tanggap bencana yaitu gempa di Lombok dan Palu.

 

"Kami mendukung kegiatan NU dan Banom dengan sekali kegiatan masing-masing setengah juta rupiah, mendukung pembangunan gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Waru dengan istikamah menyisihkan setengah juta rupiah setiap bulan," pungkasnya.

 

Sedangkan kepengurusan di lembaga ini sebagai berikut; 

Dewan Pelindung: Kepala Desa Wedoro / Wakil Mustasyar NU

Dewan Penasihat:  H Ahmad Suudi (Rais)

Dewan Syar'i:

Ketua PRNU,  H Sholeh, Ustadz Nurudin, Ustadz Khoifulloh, Ustadz Nur kholis, dan Ustadz Sholehuddin.

 

Pengurus Harian:

Ketua: H Abdul Adhim

Wakil Ketua: Ahmad Sabarudin

Sekretaris: Choirul Anwar (Ansor)

Wakil Sekretaris: Nur Aini (IPPNU)

Bendahara: Ustadzah Roihatul jannah (Muslimat NU)

Wakil Bendahara: M.Irsyad Spdi (IPNU)

Kordinator Fund Raising: Ustadz M Ruhin

Iklan promosi NU Online Jatim