Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Keren, Kader IPNU Probolinggo Terbitkan 4 Buku di Masa Pandemi

Keren, Kader IPNU Probolinggo Terbitkan 4 Buku di Masa Pandemi
Abdullah Fingki kader IPNU Probolinggo penulis empat buku. (Foto: NOJ/SN)
Abdullah Fingki kader IPNU Probolinggo penulis empat buku. (Foto: NOJ/SN)

Probolinggo, NU Online Jatim

Pembatasan kegiatan sosial selama Pandemi Covid-19 tak membuat Abdullah Fingki lumpuh berkreasi. Justru gara-gara pandemi semangat berkaryanya kian terlecut. Buktinya, selama pandemi kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo itu mampu menerbitkan empat buku. Beberapa di antaranya bahkan berbahasa Inggris.

 

Fingki, sapaan akrabnya, adalah kader IPNU di Pimpinan Anak Cabang Tegalsiwalan. Ia juga kuliah semester tiga di Universitas Jember. Selain aktif berorganisasi, ia juga gemar menulis. Pembatasan sosial membuat memantik dirinya untuk menulis empat buku, yakni buku berjudul Buku Panduan Pramuka, Mount Lemongan Horror Story, The Experience of a Country Boy, dan Imprint on IPNU.

 

Fingki mengaku mulai berinisiatif menulis buku karena banyaknya waktu kosong yang ia lalui. Sementara kegiatan kuliah dilakukan secara daring karena pandemi Covid-19. Saat itulah dengan telaten ia merancang dan menulis buku yang ia inginkan.

 

"Saya menulis buku terinspirasi dari sebuah quote, bahwasanya ilmu bisa dibeli dengan uang, tapi keahlian hanya bisa dibeli dengan latihan. Begitu juga menulis, hanya bisa terbentuk ketika kamu banyak menulis," kata Fingki kepada NU Online Jatim, Rabu (21/07/2021).

 

"Tujuan saya menulis tak lain adalah hanya ingin mencatat sejarah saya pribadi, apalagi cerita saya di IPNU yang luar biasa banyak sekali pengalaman yang bisa didapatkan. Selain itu juga ingin menginspirasi orang-orang di sekitar saya untuk tetap aktif di dunia literasi," imbuh warga Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, itu.

 

Ia berharap apa yang dilakukannya ditiru oleh kader IPNU dan IPPNU lainnya.

 

"Kita harus percaya dengan tulisan kita seburuk apa pun itu, nikmati prosesnya. Karena semua tulisan yang menarik berawal dari tulisan yang kaku dan tidak menarik," pungkas Fingki.

 

Editor: Nur Faishal


Editor:
F1 Bank Jatim