Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketika Menag Yaqut Dikado Kader Kopri Lukisan Berbahan Ampas Kopi

Ketika Menag Yaqut Dikado Kader Kopri Lukisan Berbahan Ampas Kopi
Menag Yaqut Cholil Coumas menerima kado lukisan dari pengurus Kopri Tulungagung. (Foto: NOJ/AR)
Menag Yaqut Cholil Coumas menerima kado lukisan dari pengurus Kopri Tulungagung. (Foto: NOJ/AR)

Tulungangung, NU Online Jatim

Siapa yang tidak tahu Tulungagung, kota yang dinobatkan sebagai kota dengan jumlah warung kopi terbanyak di Indonesia. Banyak budaya yang menarik di Tulungagung selain kebiasaan penikmat kopi Nyethe Rokok, ternyata ada hal lebih menarik lagi yaitu melukis dengan cethe kopi atau ampas kopi.

 

Kalangan anak muda Tulungagung sangat akrab dengan cethe. Mungkin hal ini yang mendasari Ulia Rifaatul Hidayah Alumnus IAIN Tulungagung, yang memiliki keterampilan unik dan mampu melukis wajah dengan bahan dasar cethe kopi, dengan menggambar sketsa wajah Menteri Agama Yaqut Cholil Coumas.

 

"Sebenarnya berawal dari kekaguman saya terhadap kulture masyarakat Bumi Gayatri atau Tulungagung yang lekat dengan nilai nilai seni, di antaranya seni melukis ampas kopi pada rokok atau biasa dikenal dengan nyethe. Habitus nyete yang melekat kuat di Tulungagung membuat saya berinisiatif untuk memanfaatkan ampas kopi sebagai media lukis pada kanvas," kata Ulia kepada NU Online Jatim, Rabu (07/04/2021).

 

Pada saat Muktamar Dosen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, mahasiswi yang aktif Pengurus Cabang koprs (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri Tulungagung itu berhasil melukis sketsa wajah Menag Yaqut Cholil Qoumas usai memberikan seminar kemarin. Lukisan itu kemudian diserahkan langsung kepada sang menteri di arena muktamar.

 

"Menjadi kebanggan tersendiri bagi saya, apalagi melihat antusias beliau tentunya saya sangat senang. Lukisan ini saya berikan sebagai bentuk rasa hormat saya kepada beliau dengan harapan setiap ukirannya adalah doa agar beliau diberikan kesehatan dan keberkahan. Selain itu, lukisan ini juga diharapkan bisa mengingatkan beliau atas kunjungannya di kampus tercinta kami, serta memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Gayatri," ujar Ulia.

 

Ia bercerita mulai melukis dengan ampas kopi sejak 2017, berawal dari coba-coba dan lama-lama ternyata hasilnya bagus. "Selain itu, ampas kopi juga sangat unik. Setiap kopi memiliki ciri khas yang berbeda, tergantung dari lokasi budidaya, ketinggian, iklim dan cuacanya," tandasnya.

 

Dalam melukis, Ulia memilih biji kopi, proses roasting menjadi beberapa tingkatan warna yang tepat. Ia mengaku menggunakan ampas kopi dari kopi Sendang Wilis, yang merupakan hasil budidaya asli Tulungagung.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan