Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua Fatayat NU Mesir Berbagi Pengalaman kepada Mahasiswa UIN Malang

Ketua Fatayat NU Mesir Berbagi Pengalaman kepada Mahasiswa UIN Malang
Tangkapan layar acara bincang inspiratif yang diadakan PKPT IPNU-IPPNU UIN Malang, Selasa (23/02/2021). (Foto: NOJ/ Moch Miftahur Rizki).
Tangkapan layar acara bincang inspiratif yang diadakan PKPT IPNU-IPPNU UIN Malang, Selasa (23/02/2021). (Foto: NOJ/ Moch Miftahur Rizki).

Malang, NU Online Jatim

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan ‘Bincang Inspiratif’ secara virtual, Selasa (23/02/2021) sore.

 

Dalam bincang inspiratif kali ini, PKPT IPNU IPPNU UIN Malang mengundang Tanzil Feby mahasiswi tingkat 3 jurusan akidah dan filsafat Universitas Al – Azhar Kairo Mesir. Tak hanya itu, Tanzil juga ditunjuk beberapa waktu lalu menjadi Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Fatayat NU Mesir. Sebelum berangkat ke Kairo, Tanzil adalah alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar Jombang.

 

“Kegiatan bincang inspiratif kali ini mempunyai tujuan untuk sharing pengalaman Rekanita Tanzil mengenai pengalaman di PCINU Fatayat Mesir, pengalaman study di sana, dan kondisi jam’iyyah NU di Mesir,” kata Nurmiati Habib, Wakbid 3 PKPT IPPNU UIN Malang.

 

Nurmi sapaan akrabnya menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan bisa memacu semangat kader IPNU-IPPNU menuntut ilmu.

 

“Harapan kami kedepan semoga kader-kader IPNU-IPPNU nantinya bisa lebih semangat dalam menuntut ilmu apapun. Tentunya semoga Instagram PKPT bisa lebih mensyiarkan kebaikan nantinya,” pungkas inisiator sekaligus pemandu acara tersebut.

 

Pemateri yang kerap dipanggil Tanzil ini mengungkapkan pengalamannya selama berada di Mesir. “Kehidupan mahasiswa Indonesia di Mesir itu sangat kompleks, artinya berwarna-warni. Pembelajaran di Al Azhar sendiri sama seperti bandongan di pesantren dulu cuman kurikulum di sini lebih mapan saja,” ungkapnya.

 

“Temen-temen Indonesia di Kairo ini juga membuat banyak komunitas. Mulai dari komunitas menulis, komunitas temen-temen yang suka jalan-jalan di Mesir sembari mencari maklumat tentang budaya-budaya Mesir, dan komunitas yang lainnya. Dan dari sini jugalah kami Fatayat NU mencoba bergerak lewat komunitas-komunitas yang ada,” imbuh Tanzil.

 

 

Ketua PKPT IPPNU UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap agar kegiatan kali ini bermanfaat dan terdapat inspirasi tersendiri. “Semoga bincang inspirasi kali ini bermanfaat dan juga rekan rekanita bisa ter inspirasi untuk terus belajar seperti halnya Rekanita Tanzil tadi,” beber Isti Puji Rahayu.

 

Penulis: Moch. Miftachur Rizki

Editor: Romza

PWNU Jatim