Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua Fatayat NU Sumenep Ingatkan Tantangan Perempuan Zaman Now

Ketua Fatayat NU Sumenep Ingatkan Tantangan Perempuan Zaman Now
Ny Dina Kamilia (kanan) menjelaskan tantangan perempuan saat ini. (Foto: NOJ/Firdausi)
Ny Dina Kamilia (kanan) menjelaskan tantangan perempuan saat ini. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim
Budaya patriarki sampai detik ini masih ada. Bahkan terkadang laki-laki yang menjadi pengambil keputusan dalam keluarga, tidak memperhatikan dampaknya, sehingga mengaikbatkan kepicangan dalam rumah tangga.

Berangkat dari permasalahan ini, Ny Hj Dina Kamilia Muafi meluruskannya di program Podcast Ramadhan agar kaum perempuan tidak termarjinalkan. Tajuk yang diusung adalah 'Adaptasi Tantangan Masa Kini untuk Ketahanan Perempuan'. Acara disiarkan langsung di Studio 2 TVNU Sumenep, Jumat (30/04/2021).

Perempuan yang baru terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep itu menegaskan bahwa perempuan harus memberikan kontribusi kepada sesama. Lewat organisasi lah perempuan bisa mencontoh perjuangan sejumlah aktivis yang memproklamirkan Fatayat NU dalam tubuh organisasi yang bergerak di bidang diniyah dan ijtimaiyah.

"Organisasi merupakan ajang penempaan bakat kepemimpinan kaum perempuan. Bagi ibu-ibu yang belum bergabung, jangan sungkan untuk bergabung di berbagai macam kegiatan yang ada di masing-masing ranting, seperti kompolan mingguan dan bulanan," ajaknya saat menjawab pertanyaan Fadhilah selaku host.

Di lain sisi, dirinya mengajak perempuan agar bisa beradaptasi dengan tantangan yang ada. Mengingat permasalahan perempuan zaman now lebih kompleks dibandingkan era sebelumnya.

"Jika kita tidak bisa menyesuaikan diri, maka akan terpinggirkan oleh zaman," sergahnya.

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muqri, Prenduan tersebut merumuskan beberapa tantangan yang dihadapi perempuan masa kini.
 

Yang utama yakni tantangan akidah. Karena paham radikal mulai mendoktrin kaum perempuan sebagai pelaku bom bunuh diri. Bahkan melakukan aksi baku tembak di markas Polri beberapa waktu berselang.

"Setidaknya kita punya andil dalam memberikan pemahaman. Paling tidak di internal keluarga dulu," ajaknya penuh harap.

Tantangan berikutnya adalah media sosial (Medsos). Bahwa dalam pandangan perempuan yang pernah diamanahi sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Pragaan ini mengutarakan tidak semua konten yang ada di Medsos bisa dikomsumsi semua kalangan. Seperti kader yang asyik bermedsos hingga melupakan tugas utamanya sebagai ibu rumah tangga.

"Sampai detik ini kami menyayangkan konten pornografi masih ada di Medsos. Yang kami sesalkan lagi adalah menjadikan perempuan sebagai objek dan bisinis," keluhnya.

Tantangan selanjutnya adalah kesehatan. Menurutnya, makanan dan minuman saat ini sangat beragam. Karenanya mengajak kaum perempuan untuk menjaga kesehatan keluarga.

Dalam pandangannya, kesehatan ibu penting karena jika sakit, siapa yang akan merawat suami dan anak? Memang kadang suami menggantikan posisi istri saat sakit, tetapi perannya tidak seperti perempuan yang multifungsi.
 

“Karena perempuan tidak mudah digantikan oleh seorang suami, karena itu kesehatan ibu penting," tandasnya.

 

Editor: Syaifullah

F1 Promosi Iklan