Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua IPNU Blitar: Jihadnya Pelajar adalah Ber-IPNU IPPNU

Ketua IPNU Blitar: Jihadnya Pelajar adalah Ber-IPNU IPPNU
Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar. (Foto: NOJ/Fingga)
Ketua PC IPNU Kabupaten Blitar. (Foto: NOJ/Fingga)

Blitar, NU Online Jatim

Menanggapi persoalan bom bunuh diri yang terjadi di Makassar pada Ahad (28/03/2021) lalu, secara tegas Syariful Anwar selaku Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Blitar mengecam adanya tindakan tersebut. Karena sebagai masyarakat multikultur, masyarakat di Indonesia hidup berdampingan dengan keberagaman agama, ras dan suku. Sementara itu, ia mengungkapkan biarlah kasus ini ditangani oleh pihak yang berwenang.

 

"Yang jelas ini kita pasrahkan kepada yang berwenang, yang terpenting jangan sampai kita melakukan hal-hal yang seperti itu." katanya, Rabu (31/01/2021).

 

Pria yang akrab disapa Syariful ini juga menegaskan, tidak ada yang namanya jihad dengan cara mengebom masyarakat lain yang berbeda keyakinan dengan kita. Melainkan jihad untuk seorang pelajar .khususnya IPNU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) adalah belajar, Sebab dengan belajar kita dapat menambah ilmu dan mendalami ajaran agama, dapat membedakan mana yang baik dan benar, sehingga kita tidak salah tangkap dengan memaknai jihad harus berperang dan harus bom bunuh diri.

 

"Jihadnya kita adalah ber-IPNU IPPNU, sebab dengan begitu setidaknya kita mencegah para pelajar masuk ke dalam pemahaman yang salah. Sehingga perlu memasifkan gerakan ber-IPNU IPPNU yang memiliki pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah," ujarnya.

 

Selanjutnya PC IPNU IPPNU Kabupaten Blitar juga berupaya untuk mencegah paham radikal yaitu dengan mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Karena pada tingkat pengkaderan ini terdapat materi e-NU-an dan ke-Aswajaan yang di dalamnya diterangkan toleransi yang meminimalisir adanya pemahaman radikal.

 

"Dengan memasifkan Makesta, kita akan meminimalisir pemahaman radikal karena di dalamnya diterangkan materi toleransi agar tidak mudah mengkafirkan orang lain atau bahkan membunuh orang yang tidak bersalah," jelas Syariful.

 

Syariful berpesan agar para pelajar belajar bersama guru yang tepat dengan pemahaman yang baik, agar tidak timbul salah pemahaman yang menimbulkan radikalisme. Ia juga menegaskan bahwa ber-IPNU IPPNU adalah langkah yang tepat untuk mencegah radikalisme sebab memiliki sanad keilmuan yang jelas kepada guru-guru serta para ulama.

 

"Intinya dengan ber-IPNU IPPNU adalah bagian dari jihad karena perjuangan menebarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Islam yang santun yang toleran sehingga bisa dikatakan Islam yang Rahmatan lil 'Alamin," pungkasnya. 

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim