Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua Komisariat PMII Guluk-guluk Sumenep Ajak Siswa Jaga Keutuhan Bangsa

Ketua Komisariat PMII Guluk-guluk Sumenep Ajak Siswa Jaga Keutuhan Bangsa
Taarufan new normal OSIS MA Raudhah Najiah Lengkong Bragung, Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Taarufan new normal OSIS MA Raudhah Najiah Lengkong Bragung, Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim 

Sebagai warga negara yang baik, seluruh elemen negara termasuk generasi muda harus bersama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut hendaknya dilakukan dengan baik dan tidak mudah terprovokasi oleh hal radikal yang saat ini mempengaruhi pemikiran generasi muda. 

 

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, OSIS Madrasah Aliyah (MA) Raudhah Najiah Lengkong Bragung, Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep mengadakan taarrufan siswa saat masa new normal. Tema kegiatan adalah 'Mencetak Santri Nasionalis dengan Nilai-Nilai Ahlu Sunnah wal Jamaah, Senin (6/7).

 

Sebelum penyaji mengisi acara, Ustadz Imaduddin selaku ketua panitia memberikan asalan penyelenggaraan kegiatan tersebut. Bahwa para pelajar sudah lama berlibur saat masa pandemi. 

 

“Hal ini ditakutkan saat di rumah mereka terpengaruh oleh berita-berita hoaks yang mampu mengancam keutuhan bangsa," jelas tenaga pendidik MA Raudhah Najiah tersebut. 

 

Diri menegaskan kepada siswa-siswinya bahwa keanekaragaman yang ada di Indonesia adalah fitrah, mulai dari bahasa, kulit, ras, agama, maupun kebudayaan. Semuanya terajut menjadi satu kesatuan yang bernama Bhinneka Tunggal Ika.

 

Sedangkan Moh Faiq selaku penyaji tunggal mengutarakan bahwa seluruh warga negara wajib hukumnya menjaga keutuhan bangsa dan negara.

 

"Berbagai hal yang menyulut dan mengancam persatuan bangsa hendaknya dapat dihindari. Kesadaran ini harus terpatri dalam benar generasi muda, termasuk para pelajar," ungkap Ketua Komisariat (PK) Penggerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Guluk-guluk tersebut. 

 

Mahasiswa Program Studi Perbankan di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk tersebut menyarankan agar tidak terprovokasi oleh konten-konten kabar hoaks yang tersebar di berbagai media sosial.

 

"Menjaga bangsa dapat dimulai dengan menggelorakan cinta tanah air," pintanya saat mendoktrin siswa di auditorium.

 

Alumni MA 1 Annuqayah Guluk-guluk tersebut memberikan saran untuk menanamkan rasa cinta tanah air atau hubbul wathan minal iman dimulai sejak dini. 

 

"Kita tidak usah mengajak masyarakat luas, cukup kita mulai dari diri kita sendiri, keluarga, dan teman-temannya," harapnya. 

 

Alumni SMPI Mambaul Ulum tersebut menegaskan kepada pelajar bahwa seorang santri harus menunjukkan kualitas diri dan mempertajam keilmuannya selama di pesantren. 

 

"Apabila ada orang atau kelompok yang sengaja atau ingin mengobrak-abrik keutuhan bangsa, maka kita harus siap berada di garda terdepan untuk melawan mereka. Jika berlawanan dengan kita selaku santri yang satu barisan dengan ulama dan kiai, maka akan melawannya,” tegasnya. 

 

Disampaikan para pelajar hendaknya menanamkan dalam diri dan mematangkan dalam pikiran bahwa menjaga bangsa Indonesia adalah tugas bersama. 

 

Di akhir acara, seluruh siswa dan siswi mengikrarkan diri bahwa sanggup menjadi pembela bangsa, negara, dan penegak agama. "Pastikan bahwa kita selalu siap kapan pun dipanggil kiai untuk membela bangsa dan negara," pungkasnya.

 

Kontributor: Firdausi
Editor: Syaifullah
 

Iklan promosi NU Online Jatim