Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua Kopri Mojokerto Ajak Perempuan Bergerak Lawan Diskriminasi

Ketua Kopri Mojokerto Ajak Perempuan Bergerak Lawan Diskriminasi
Windy Aisty Koma, Ketua PC Kopri Kabupaten Mojokerto. (Foto: NOJ/Rofi)
Windy Aisty Koma, Ketua PC Kopri Kabupaten Mojokerto. (Foto: NOJ/Rofi)

Mojokerto, NU Online Jatim
International Women’s Day atau Hari Perempuan Sedunia selalu dirayakan setiap tanggal 8 Maret. Dikutip dari situs International Women’s Day, tahun ini mengusung tema Each for Equal, yang dimaknai sebagai hadirnya semangat dalam setiap orang untuk membangun kesetaraan bagi kaum perempuan.

 

Melihat tema yang ada, kesetaraan gender masih menjadi perkara yang sulit terselesaikan. Demikian diungkapkan Windy Aisty Koma Ketua Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Mojokerto masa khidmah 2020-2021.

 

“Banyak pro kontra ketika membahas tentang kesetaraan gender yang sampai saat ini masih saja diperdebatkan batasan-batasan kesetaraannya. Oleh karena itu saya selaku perempuan mengajak dan mendobrak segenap perempuan dan semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kapabilitas dan bertanggung jawab dalam segala pikiran dan gerakan yang dilakukan,” ungkapnya, Sabtu (7/3).

 

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara pelantikan Komisariat KH Abdul Chalim di aula lantai 3 gedung Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto.

 

Perempuan yang kerap disapa Windy ini juga menambahkan agar perempuan lebih berani untuk melawan diskriminasi.

 

“Perempuan haruslah berani menentang dan melawan segala bentuk stigma dan diskriminasi terhadap perempuan, serta melawan segala kebijakan yang di dalamnya mendiskreditkan perempuan,” tegasnya.

 

Pada kesempatan tersebut dirinya mengajak mengingat kembali tokoh perempuan atau raja perempuan yang ada di tanah majapahit ini, yakni Raja Tribuwana Tungga Dewi dengan Patih Gajah Mada. Hal tersebut yang menjadikan keharusan semangat perempuan tanah Majapahit harus menjadi lebih progresif dan penuh keyakinan tentang apa yang disuarakan dan diperjuangkan.

 

Di perayaan hari perempuan internasional ini, Windy mengharapkan segala bentuk diskriminasi dan stereotip yang ada pada perempuan dapat hilang. 

 

“Hal tersebut bisa terjadi jika ditunjang peran aktif semua elemen masyarakat dalam mendorong gerakan perempuan untuk terus berkiprah di berbagai lini dan juga sebagai agen pembangun peradaban,” pungkasnya.

 

Kontributor: Rofi
Editor: Syaifullah
 

Iklan promosi NU Online Jatim