Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua LDNU Sumenep: Nahdliyin Harus Kaya Amal Saleh

Ketua LDNU Sumenep: Nahdliyin Harus Kaya Amal Saleh
K Imam Sutaji (pegang mic) saat memberikan tausiyah di acara Hari Jadi KSPP Syariah BMT NU Cabang Pragaan ke-9, Sabtu (06/02/2021). (Foto: NOJ/ Firdausi).
K Imam Sutaji (pegang mic) saat memberikan tausiyah di acara Hari Jadi KSPP Syariah BMT NU Cabang Pragaan ke-9, Sabtu (06/02/2021). (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Nahdlatut tujjar sebagai wujud kesadaran perekonomian harus menjadi alur perjuangan yang dikuasai oleh Nahdlatul Ulama saat ini. Seperti halnya Nabi Muhammad SAW menguasai perekonomian Madinah.

 

Penegasan ini disampaikan oleh K Imam Sutaji saat menjadi penceramah di acara peringatan Hari Jadi Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan (KSPP) Syariah Baitul Maal wa Tamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Jawa Timur Cabang Pragaan ke-9 di auditorium Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sabtu (06/02/2021) malam.

 

Di acara yang bertajuk 'Semakin Tangguh dan Bermanfaat' itu, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sumenep tersebut mengajak kepada hadirin untuk menghayati sebagian sekelumit transaksi perekonomian yang menyalahi hukum-hukum Islam.

 

"NU adalah kumpulannya orang-orang arif yang tidak bisa membedakan dua kejelekan saja. Kita tau perekonomian saat ini dikuasai orang-orang di luar Islam, tapi kita tidak akan menyerah begitu saja. Karena umat Islam punya cara menguasai perbankan dunia," tuturnya.

 

Semestinya kejelekan yang dilakukan oleh oknum tidak harus dilaknat, tetapi bagaimana pelaku kejahatan ekonomi itu dirangkul atau diinsafkan masuk pada Islam. "Di tengah transaksi yang mulai jahat ini, maka hadirlah salah satu sayap perekonomian NU, yakni BMT NU yang dikembangkan sesuai prosedur hukumnya," ungkapnya.

 

Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut, hadirnya BMT NU ingin merebut kembali bagaimana transaksi pasar dan keuangan. Dimana saat ini sudah keluar dari rel hukum Islam.

 

"Di BMT NU dijaga fiqih manajemennya dan syariahnya. Karena dari dulu hingga sekarang, BMT NU hadir memberi solusi pada warga. Sedangkan pengelolanya dibimbing oleh ulama," terangnya.

 

Secara istilah, BMT NU merupakan sayap perekonomian yang berkonpensasi, namun NU Care - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang merupakan sayap yang tidak berkonpensasi, ternyata kekuatannya mampu mengungguli atau menyapa rakyat kecil.

 

Dosen Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah Guluk-Guluk tersebut mengutarakan bahwa membawa NU di zaman milenial ini bukan dengan kegiatan seremonial saja. Tetapi tingkat perekonomian harus menjadi modal awal untuk membawa warga lebih baik daripada sebelumnya.

 

"Jika ingin mulia di kehidupan ini harus kaya. Kaya itu ada lima, yaitu: kaya ilmu, kekuasaan atau jabatan, teman, harta, dan amal saleh. Orang NU harus kaya amal saleh sebagai bekal kita di dunia dan akhirat nanti," pungkasnya saat menyitir dawuh Syekh Ibnu Ali Wafa.

 

 

Sebelum tausiyah agama, acara dibuka dengan tawasul oleh KH A Junaidi Mu'arif, dilanjutkan dengan istighosash yang dipandu oleh KH Asnawi Sulaiman, dan diparipurnai dengan doa oleh KH Zarkasyi Abdurrahim.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim