Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua MATAN Jatim: Manfaatkan Masa Muda dengan Aktif Berorganisasi

Ketua MATAN Jatim: Manfaatkan Masa Muda dengan Aktif Berorganisasi
Gus Ahmad Farih Sulaiman saat menyampaikan materi. (Foto: NOJ/Ari)
Gus Ahmad Farih Sulaiman saat menyampaikan materi. (Foto: NOJ/Ari)

Surabaya, NU Online Jatim

Sangat beruntung pemuda yang saat ini berpartisipasi aktif dalam organisasi. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemuda masa kini. Pertama, jangan sia-siakan masa muda. Kedua, jadilah pemuda yang terbaik.

 

Hal itu yang disampaikan Gus Ahmad Farih Sulaiman, Ketua Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (MATAN) Jatim saat mengisi kajian tematik dnegan tema 'Keutamaan Masa Muda' yang diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat MATAN Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Ahad (22/04/2021).

 

Gus Farih mengatakan selagi masih muda dan masih dalam tahap belajar, sering-sering ikut organisasi, karena banyak hal positif yang diperoleh ketika berkontribusi dalam organisasi.

 

“Manfaat kita mengikuti organisasi tidak mungkin kita rasakan sekarang, namun dalam jangka waktu beberapa tahun bisa dipastikan manfaat itu ada. Karena tidak sedikit orang yang menyesal karena pada waktu muda tidak mengikuti organisasi,” katanya.

 

Anggota DPRD Kota Malang itu mengungkapkan, banyak hal yang didapat dari aktif berorganisasi.

 

“Teman-teman sebisa mungkin aktif berorganisasi, di sana bisa belajar, menimba ilmu, debat, dan sharing informasi. Jangan memaknai berdebat selalu berbarengan dengan hal negatif, siapa tahu debat-debat seperti itu akan menjadi manfaat tersendiri,” ungkapnya.

 

Gus Farih mengingatkan kepada para peserta kajian, agar tidak meninggalkan kewajiban utama sebagai pemuda. Karena menjadi pemuda tidak selalu berbicara tentang organisasi.

 

“Masing-masing pemuda pasti memiliki minat dan bakat tersendiri, tidak bisa dipukul rata. Apa pun aktivitas pemuda tersebut, kalau ia memiliki pikiran bahwa tidak boleh menyia-nyiakan masa muda dan masih berusaha menjadi yang terbaik, tidak masalah. Karena memanfaatkan waktu muda tidak berkutat pada organisasi. Semua itu harus seimbang, tidak terlalu berlebihan,” jelasnya.

 

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Malang tersebut berpesan bahwa pemuda terbaik bukan pemuda yang sempurna, namun yang bermanfaat bagi orang lain.

 

“Pemuda terbaik bukan yang bisa segalanya namun mampu memberikan manfaat kepada sesama serta selalu berusaha menjadi yang terbaik bagi orang lain,” pungkas dzurriyah Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang itu.

 

Penulis: Ahmad Rizkiansah Rahman

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim