Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua MWCNU di Sidoarjo Berbagi Strategi Jitu Bangun Gerakan LAZISNU

Ketua MWCNU di  Sidoarjo Berbagi Strategi Jitu Bangun Gerakan LAZISNU
Ketua MWCNU Porong HM Sugiono usai kegiatan di MWCNU Gedangan, Sabtu (06/03/2021). (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto).
Ketua MWCNU Porong HM Sugiono usai kegiatan di MWCNU Gedangan, Sabtu (06/03/2021). (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ukhuwah nahdliyah sangat diperlukan sebagai kekuatan dalam menghidupkan gerakan filantropi milik Nahdlatul Ulama (NU), yakni Lembaga Amil, Zakat, Infak, Shadaqah  Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

 

Hal tersebut yang mendasari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gedangan untuk mengadakan sarasehan dengan menghadirkan Ketua  MWCNU Porong HM Sugiono sebagai pematerinya. Acara ini dipusatkan di kantor MWCNU Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (06/03/2021).

 

Dalam kesempatan ini, HM Sugiono berbagi pengalaman dibalik kesuksesannya dalam membentuk Unit Pengelola Zakat, Infak, Shadaqah (UPZIS) LAZISNU ranting se-MWCNU Porong (program rantingisasi).

 

“Memperkuat ukhuwah nahdliyah merupakan modal utama dalam sebuah gerakan LAZISNU. Hingga saat ini kami telah berhasil membentuk 23  LAZISNU ranting se-MWCNU Porong,” tutur H Sugik, sapaan akrabnya.

 

Sementara itu, Sekretaris UPZIS LAZISNU MWC Porong Mukh Imron Fakhruddin yang berkesempatan hadir mendampingi Ketua MWCNU Porong mengatakan, sarasehan yang digelar berlangsung dengan singkat, padat, dan berisi. Para peserta mengikuti acara tersebut dengan sangat antusias.

 

“Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung kepada nara sumber tentang bagaimana strategi-strategi jitu MWCNU Porong dalam membangun dan menggerakkan filantropi sampai di tingkat ranting,” kata pria yang biasa dipanggil Udin ini kepada NU Online Jatim.

 

Lebih lanjut Fakhrudin mengemukakan, melalui acara tersebut diharapkan bisa terbangun motivasi yang kuat di internal MWCNU Gedangan untuk mewujudkan gerakan yang sama.

 

“Dengan harapan doa semoga kita diakui sebagai santri Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari dan didoakan ketika meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah, Amin,” pungkasnya.

 

Acara sarasehan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Gedangan dan Unit Pengelola Zakat, Infak, Shadaqah (UPZIS) LAZISNU MWC Gedangan.

 

 

Turut hadir pula beberapa pimpinan Badan otonom (Banom), diantaranya Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda (GP)  Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Jam'iyyatul Qurra' wal Huffaz Nahdlatul Ulama (JQHNU), dan tamu undangan lainnya. Tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim