Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua NU Bangkalan: Di Tengah Pandemi, Masjid Jangan Sampai Kosong

Ketua NU Bangkalan: Di Tengah Pandemi, Masjid Jangan Sampai Kosong
KH Muhammad Makki Nasir, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan. (Foto: NOJ/Abdullah Hafidi)
KH Muhammad Makki Nasir, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan. (Foto: NOJ/Abdullah Hafidi)

Bangkalan, NU Online Jatim
Masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kesadaran untuk bersama mencegah tersebarnya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Namun demikian, hal tersebut hendaknya tidak membuat tempat ibadah seperti masjid kosong kegiatan. 

 

Penegasan disampaikan KH Muhammad Makki Nasir. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan ini menyampaikan harapan tersebut kepada utusan Gugus Tugas atau Gugas Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Bangkalan.

 

"Ingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan dalam beraktivitas, apalagi di tengah pandemi Corona seperti sekarang ini," kata Ra Makki, sapaan akrabnya, Ahad (10/5).

 

Beredarnya imbauan seputar protokol kesehatan dalam melaksanakan ibadah khususnya di masjid lanjut Ra Makki, tim Gugas MWCNU harus mampu memberikan pengertian agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

 

"Jangan sampai terjadi salah paham atau pemahaman yang salah di masyarakat, sehingga menimbulkan gejolak ini, itu dan sebagainya," ucapnya.

 

Ketua Koordinator Daerah (Korda) NU Madura Raya tersebut menegaskan agar tim Gugas MWCNU bersinergi dengan tim Gugas Kecamatan dan relawan Covid-19 yang ada di desa dan dusun setempat.

 

“Di antaranya pemberian edukasi agar masjid jangan sampai kosong dan aktivitas harus tetap berjalan. Tapi bagaimana caranya masjid itu hanya diisi oleh orang-orang yang benar-benar sehat,” tegas Ra Makki di posko Gugas Siaga Covid-19 PCNU Bangkalan.

 

Karena itu, dirinya mengingatkan agar bagi yang tengah mengidap gangguan kesehatan atau sakit, cukup di rumah saja. Dengan demikian, masjid hanya diisi kalangan yang memiliki kondisi kesehatan prima, lanjutnya dalam memberikan arahan penyerahan dua unit sprayer untuk tiap MWCNU tersebut.

 

Protokol kesehatan harus diperhatikan betul oleh Gugas MWCNU, karena tidak lain pandemi yang terjadi sekarang adalah ujian tentang bagaimana bersikap tertib dan disiplin.

 

"Kecuali daerahnya benar-benar rawan, penyebaran virus semakin tidak terkendali, masjid boleh ditutup. Tapi jangan sampai tidak ada kegiatan, tetap nyalakan alat pengeras suara. Adzan harus tetap ada, begitupun tadarus Al-Qur'an," pungkasnya.

 

Kontributor: Abdullah Hafidi
Editor: Syaifullah
 


Editor:
F1 Bank Jatim