Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Ketua NU Sumenep: Terima Kasih NU Online

Ketua NU Sumenep: Terima Kasih NU Online
Ketua PCNU Sumenep, KH Pandji Taufiq. (Foto: NOJ/Firdausi)
Ketua PCNU Sumenep, KH Pandji Taufiq. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Saat ini hampir semua orang memiliki telepon pintar dan terhubung dengan internet. Tidak semata mereka yang usianya telah dewasa, bahkan anak di bawah umur demikian akrab dengan smartphone.

 

Menyikapi permasalahan tersebut, KH A Pandji Taufiq mengemukakan bahwa nafas setiap individu Muslim harus bisa memaknai perintah dakwah. Demikian pula mengajak kebaikan terutama saat menggunakan jejaring internet.

 

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut menjelaskan bahwa ada perintah dari Nabi Muhammad bahwa kewajiban setiap Muslim menyampaikan kebaikan walaupun satu ayat.

 

"Ini menunjukkan bahwa Nabi menginginkan setiap Muslim untuk berkontribusi dalam medan dakwah Islam," katanya, dalam sebuah kesempatan.

 

Dirinya kemudian mencontohkan Walisongo mengenalkan Islam dengan metode dakwah yang variatif, bahkan menghadirkan unsur kebudayaan dan kearifan lokal. Karenanya digunakanlah wayang, gamelan, tarian, tembang dan lainnya.

 

“Maka konsep dakwah di era digital ini harus bisa memberikan dakwah yang isinya mengandung banyak kebaikan,” jelasnya.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut mengajak warga NU dan santri untuk menggunakan fasilitas media sosial demi dakwah Islam. Lebih khusus lagi menonjolkan khazanah keislaman pesantren.

 

"Di era serba digital ini saatnya pesantren menampakkan khazanahnya dan menyebarkannya di sejumlah website resmi NU," harap Kiai Pandji, sapaan akrabnya.

 

Sebaliknya, kader NU juga bisa menggunakan jejaring media untuk kepentingan dakwah, baik dalam mewartakan kegiatan diniyah dan ijtimaiyah.

 

Ketua PCNU Sumenep yang baru saja terpilih yang ketiga kalinya ini meminta segenap pegiat media untuk menyebarkan konten positif dan menghindari memperuncing permasalahan.

 

Apresiasi kepada NU Online

Secara khusus, Kiai Pandji mengapresiasi kiprah situs resmi NU yakni NU Online dan NU Online Jatim. Dalam pandangannya, banyak kegiatan NU di kawasan setempat yang mendapat tempat sehingga dapat diketahui khalayak.

 

"Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada NU Online dan NU Online Jatim yang istikamah meliput kegiatan NU dari awal hingga di akhir periode kami yang kedua," ungkapnya.

 

Dirinya menjelaskan bahwa NU Online dan NU Online Jatim merupakan situs resmi NU. Kiprahnya selama ini menyampaikan dakwah Islam Ahlusunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah ke penjuru dunia. Bahkan dinamika yang terjadi di Sumenep diterima dengan baik, dari kegiatan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga badan otonom atau Banom.

 

"Alhamdulillah lewat situs tersebut, seluruh kegiatan PCNU, MWCNU, PRNU, dan Banom NU dieksekusi oleh para kontributor," jelasnya.

 

Dirinya berharap agar jalinan ukhuwah para kontributor mestinya bisa dituangkan dalam wadah Lembaga Ta'lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama atau (LTNNU).

 

"Para sahabat kontributor, mari hidupkan kembali budaya literasi di Kabupaten Sumenep," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

PWNU Jatim Harlah