Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua NU Sumenep Ajak Bangun Jamiyah lewat Kemandirian Warga

Ketua NU Sumenep Ajak Bangun Jamiyah lewat Kemandirian Warga
Ketua PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq. (Foto: NOJ/Firdausi)
Ketua PCNU Sumenep, KH A Pandji Taufiq. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Kemandirian NU tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan kemandirian jamaah. Karena NU didirikan dengan menggunakan kantong muassis NU.

 

Penegasan ini disampaikan KH A Pandji Taufiq saat memberikan sambutan usia dilantik oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar. Kegiatan tersebut adalah resepsi hari lahir ke-98 NU dan pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2020-2021, Senin (01/03/2021). Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto.

 

Ketua PCNU Sumenep tersebut menegaskan di hadapan undangan bahwa sebelum dilantik, seluruh lembaga sudah aktif menyelenggarakan kegiatannya dengan gaya NU. Maksudnya, kegiatan tersebut direncanakan sendiri, didanai sendiri, dan dilakukan sendirian secara mandiri tanpa bergantung pada siapa pun.

 

"Perhelatan tahunan ini, murni mandiri. Artinya, berasal dari kekuatan warga NU," katanya.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk tersebut mencurahkan keinginan yang sampai detik ini tidak terwujud. Yaitu mengidamkan berdirinya rumah sakit NU.

 

"Kami sudah membentuk perkumpulan dokter NU. Semoga tanah yang dibeli oleh NU seluas 3 hektare bisa terwujud di periode kami yang ketiga. Yakni berdirinya bangunan rumah sakit," harapnya.

 

Selain itu, Kiai Pandji sapaannya mengutarakan di hadapan Rais 'Aam PBNU bahwa jalinan silaturahim antar PCNU se-Madura berjalan dengan baik dan sering mengadakan pertemuan secara bergantian. Bahkan seluruh Badan Otonom (Banom) NU di Kabupaten Sumenep, saling berlomba kebaikan untuk mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

 

"Janji kami cuma satu, yaitu memegang teguh marwah NU dan mewujudkan kemandirian warga," pungkasnya.

 

Acara dihadiri oleh Rais 'Aam PBNU, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), pengasuh pondok pesantren dan pimpinan perguruan tinggi, Ketua PCNU se-Madura, bupati, wakil bupati, dan tokoh lain.

 

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim