Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua NU Sumenep Ajak Pengurus Ciptakan Tradisi Kerja tidak Birokratis

Ketua NU Sumenep Ajak Pengurus Ciptakan Tradisi Kerja tidak Birokratis
Suasana rapat pengurus lembaga di kantor PCNU Sumenep, Sabtu (28/11/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).
Suasana rapat pengurus lembaga di kantor PCNU Sumenep, Sabtu (28/11/2020). (Foto: NOJ/ Firdausi).

Sumenep, NU Online Jatim

Di rapat khusus lembaga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep berbagai hal disampaikan KH A Pandji Taufiq kepada seluruh pengurus di auditorium PCNU, Sabtu (28/11/2020).

 

Ketua PCNU Sumenep tersebut mengajak agar pengurus memahami tugas mendasarnya dan tata kerja hubungan kelembagaan. Termasuk mengajak untuk memiliki tradisi dan atmosfer kerja yang tidak birokratis selama menjalankan tugas pengabdian 5 tahun ke depan.

 

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut menyebut bahwa di lingkungan NU sejak dulu sudah memiliki nilai mabadi' khaira ummah sebagai pedoman dasar berorganisasi.

 

"Nilai mabadi' itu antara lain sikap ta'awun (saling tolong menolong) dalam bekerja dan menyelesaikan persoalan. Dan itu sejak dulu sudah tumbuh berkembang diantara kita. Ingat, ini bukan hal yang asing," ungkapnya dengan penuh kelembutan.

 

Tak sampai disitu, di PCNU diharapkan tumbuh tradisi kerja yang tak dilayani. Seluruh komponen, masing-masing melayani antar sama lain dan tidak terkesan individualis.

 

"Setiap rapat, setelah merokok puntungnya ditaruh disakunya, kemudian dibuang sendiri ke tong sampah. Habis makan minum juga begitu. Jangan menunggu petugas cleaning cervise," pintanya dengan penuh harapan.

 

Kiai Pandji meyakini dari hal kecil seperti itulah akan tumbuh tadisi ta'awun dalam komunitas masyarakat yang lebih luas yang bisa menyampaikannya maksud utama mabadi' khaira ummah di kalangan masyarakat. Yaitu membawa kehidupan Sumenep yang lebih bermartabat, berbudaya, berakhlakul karimah.

 

 

Ia tegaskan juga bahwa hubungan tata kerja di NU jangan dibawa dalam hubungan yang birokratis. Hubungan atasan dan bawahan; hubungan yang kaku; dan hubungan yang tidak cair bagian dari warna-warni perjalanan pengurus. Yang dibutuhkan adalah hubungan diantara pengurus adalah hubungan persaudaraan yang berkesamaan.

 

"Struktur pengurus itu hanya alat kita berorganisasi. Struktur itu hanya instrumen dalam melaksanakan program. Jangan sampai alat ini menjadi sangat birokratis sehingga jarak diantara kita menjadi lebar dan jauh," pintanya disambut antusias pengurus yang hadir.

 

Acara dilanjutkan dengan mensosialisasikan hubungan tata kerja yang dipimpin oleh K Zainul Hasan selaku Sekretaris PCNU Sumenep. Kemudian ditutup dengan membaca surat Al-Asyr dan doa agar perjalanan pengurus kedepan lebih baik.

 

Editor: Romza


Editor:
F1 Bank Jatim