Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ketua PC Muslimat NU Tulungagung, Sosok Abdi Negara yang Organisatoris

Ketua PC Muslimat NU Tulungagung, Sosok Abdi Negara yang Organisatoris
Hj Miftachurohmah, Ketua PC Muslimat NU Tulungagung. (Foto: NOJ/ Puspita Hanum).
Hj Miftachurohmah, Ketua PC Muslimat NU Tulungagung. (Foto: NOJ/ Puspita Hanum).

Tulungagung, NU Online Jatim

Beberapa orang beranggapan bahwa menjalankan kewajiban sebagai anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) sekaligus ketua organisasi masyarakat sangatlah merepotkan. Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi Hj Miftachurohmah. Karena menurutnya berorganisasi bukan penghalang untuk mengabdi pada negeri melalui KORPRI.

 

"Jika kita bisa membagi waktu dengan tepat, insyaallah semua kewajiban bisa terlaksana dengan baik" terang Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kabupaten Tulungagung tersebut.

 

Ia menjelaskan, setiap orang diberikan waktu yang sama oleh Allah SWT yaitu 24 jam. Waktu tersebut bisa digunakan untuk apapun, ada yang digunakan untuk mengaji, belajar, beribadah, dan lain sebagainya.

 

"Optimalkan waktu 24 jam tersebut untuk kegiatan yang bermanfaat," jelas wanita yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tulungagung.

 

Tidak hanya saat ini saja. Ketua PC Muslimat NU ini sudah aktif berorganisasi sejak muda. Pernah menjabat sebagai ketua PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tulungagung, sebagai pengurus OSIS, ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Tulungagung dan saat ini juga menjadi pengurus kelompok haji serta pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kabupaten Tulungagung.

 

Pernah saat PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung mengadakan kegiatan untuk Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan kegiatannya sebagai guru. Sebagai ketua, ia segera menyelesaikan tugasnya di kegiatan peringatan tersebut. Ia bagi tugas dengan pengurus Muslimat yang lain, sehingga tugas bisa terselesaikan dengan cepat.

 

Setelah tugas tersebut selesai, wanita yang lahir pada 6 Desember 1962 tersebut bergegas menyelesaikan kegiatan berikutnya sebagai seorang guru. "Alhamdulillah, waktunya bisa ditata. Jadi bisa diselesaikan bersama" terang Hj Miftachurahmah.

 

Dibalik banyaknya aktivitas organisasi yang selama ini dilakoni, Hj Miftachurohmah tetap aktif mengajar sebagai seorang guru hingga sampai ia mendapatkan amanah sebagai kepala Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Tulungagung.

 

Hj Miftachurohmah mengaku bahwa setiap kegiatan yang dijalankan selalu mendapatkan dukungan dari keluarga. "Dulu, saat masih sebagai Ketua PC IPPNU Kabupaten Tulungagung, bertemu dengan suami saya yang menjadi wakil ketua PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tulungagung" ceritanya.

 

 

Akhirnya, dari pertemuan di IPNU IPPNU itulah Hj Miftachurahmah bersama suami memutuskan membangun keluarga yang berkomitmen dan bertekad untuk berkhidmat dalam perjuangan sampai akhir hayat.

 

"Komitmen dan tekad tersebut juga saya tanamkan pada putra dan putri saya. Sehingga mereka selalu mendukung setiap perjuangan dalam tugas pekerjaan maupun organisasi," jelasnya.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim