KH Cholil Nafis yang Doktor Saja Miliki Sertifikat Dai MUI

KH Cholil Nafis yang Doktor Saja Miliki Sertifikat Dai MUI
Sertifikat kompetensi dai oleh MUI. (Foto: NOJ/Istimewa)
Sertifikat kompetensi dai oleh MUI. (Foto: NOJ/Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Perlu tidaknya para penceramah agama Islam atau dai memiliki sertifikat dalam menyampaikan materi keagamaan terus menuai polemik. Bagi yang pro, tentu hal ini akan semakin menyejukkan karena hanya mereka yang memiliki kualifikasi yang layak berceramah di depan umat.

 

Namun kalangan yang kontra tentu saja tidak sepakat karena ini dianggap membelenggu kebebasan. Soal kemampuan menguasai materi agama, hal tersebut tidak terlampau penting bagi kalangan ini.

 

Terkait hal ini, KH Cholil Nafis angkat bicara. Dosen pascasarjana Universitas Indonesia tersebut menyebutkan sebaiknya persoalan didudukkan secara proporsional.

 

Dijelaskannya bahwa hingga kini, Majelis Ulama Indonesia atau MUI sudah melakukan standarisasi pada dai. Bahkan telah kelar hingga angkatan ketiga yang jumlahnya sekitar 280 peserta atau asatidz.

 

“Di antaranya juga pengurus MUI. Insyaallah bulan ini angkatan yang ke 4 untuk beberapa pengurus MUI di 34 provinsi,” jelas alumnus Pesantren Sidogiri Pasuruan tersebut, di akun Facebooknya, Rabu (9/9/2020).


Disampaikan Kiai Cholil bahwa sertifikasi para dai tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas materi penceramah selama ini.

 

“Semua dilakukan sebagai sarana pembinaan dan peningkatan kompetensi agar dakwah lebih solutif,” tegasnya.

Iklan Medsos