Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

KH Hamid Mannan Munif, Gadaikan Sepeda Ontel demi Kegiatan IPNU

KH Hamid Mannan Munif, Gadaikan Sepeda Ontel demi Kegiatan IPNU
KH Hamid Mannan Munif, mantak Ketua PC IPNU Pamekasan. (Foto: NOJ/ Badrut Tamam).
KH Hamid Mannan Munif, mantak Ketua PC IPNU Pamekasan. (Foto: NOJ/ Badrut Tamam).

Pamekasan, NU Online Jatim

Menjadi sejarah besar bagi organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang pada waktu itu menuju tahun ke 8 sejak terbentuknya. KH Hamid Mannan Munif menjadi nakhoda Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Pamekasan tahun 1967.

 

Ketika itu masih di tengah segala keterbatasan sarana dan prasana. Dasar keikhlasan juga kesabaran menjadi kunci kesuksesan dalam berorganisasi di IPNU, serta barokah yang sampai detik ini beliau rasakan.

 

Kala itu, perjuangan dalam berorganisasi sangat diuji dengan segala keterbatasan. Semisal keterbatasan teknologi untuk mengakses informasi dan akses kendaraan yang cukup sulit dalam menyampaikan dan melakukan kunjungan.

 

"Segala informasi seperti mau mengadakan rapat antar anggota harus disampaikan jauh-jauh hari atau mengirimkan surat yang diantar menggunakan sepeda ontel," katanya bercerita.

 

Selain keterbatasan tersebut, PC IPNU Pamekasan belum memiliki sekretariat untuk kebutuhan rapat atau kegiatan. Sehingga, saat hendak rapat atau melaksanakan kegiatan harus berpindah-pindah. Dari pondok pesantren yang satu ke pondok lainnya.

 

"Seperti di PP Matsaratul Huda Panempan, PP Miftahul Ulum Bettet dan beberapa tempat yang kebetulan pengasuhnya merupakan pengurus PCNU Pamekasan," lanjutnya.

 

Tidak berhenti disitu, tantangan dalam berorganisasi semakin pelik dengan keterbatasan pendanaan. Ketika ingin mengikuti penggakaderan dan pelatihan, untuk biaya transportasi dan uang registrasi harus menggadaikan sepeda ontel dan itupun belum cukup.

 

Namun setelah perjuangan yang bertubi-tubi, buah manispun terasa. Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU di Kabupaten Pamekasan terbentuk pada masa KH Hamid Mannan Munif.

 

Tidak lain karena prinsip yang teguh dan tekad yang kuat dalam berorganisasi, pencapaian tersebut menjadi saksi kuatnya mental para kader IPNU untuk bergerak di tengah segala keterbatasan.

 

"Banyak strategi yang dilakukan untuk menghidupi organisasi dan itulah bentuk perjuangan dalam berhikmah di PC IPNU Pamekasan," jelasnya.

 

Kisah KH Hamid Mannan Munif di PC IPNU Pamekasan juga sangat menarik selain menadapatkan pengalaman dan nikmatnya perjuangan. KH Hamid Mannan Munif juga mendapatkan berkah jodoh yaitu Nyai Ris yang saat ini menemaninya menjadi pendamping hidup. Nyai Ris merupakan kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pamekasan yang pada masa itu pula menjabat sebagai bendahara.

 

 

Berkat organisasi, cinta yang berbalut barokah membuat keduanya tetap romantis samapai saat ini. "Saya senang sekali bertemu jodoh dalam satu naungan IPNU-IPPNU," tukasnya.

 

Penulis: Badrut Tamam

Editor: Romza

PWNU Jatim