Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

KH Imam Faqih Sudja', Penggerak Pendidikan Pendiri STAINU Pacitan

KH Imam Faqih Sudja', Penggerak Pendidikan Pendiri STAINU Pacitan
KH Imam Faqih Sudja', Pendiri STAINU Pacitan. (Foto: NOJ/ Risalatul Mu'awanah).
KH Imam Faqih Sudja', Pendiri STAINU Pacitan. (Foto: NOJ/ Risalatul Mu'awanah).

Pacitan, NU Online Jatim

KH Imam Faqih Sudja' merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kota Pacitan, lebih tepatnya sebagai Mustasyar Pengurus Cabang NU Pacitan. Ia lahir pada tanggal 08 Maret 1956 dari pasangan Abu Sudja' dan Siti Salbiyah.

 

Kiai Faqih, menempuh pendidikan menengah pertama dan menengah atas di lingkungan yang kental dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah an Nadliyah, yakni di Pondok Pesantren tertua Pacitan. Tepatnya di Pondok Tremas, Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan. Kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo dan menempuh pendidikan Strata dua di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

 

Kiai Faqih menjelaskan bahwa untuk menyebarkan dan memperkuat Jamaah Ahlussunah wal Jamaah yang paling efektif melalui bidang pendidikan. Sehingga, melalui perjuangan yang cukup panjang pada 08 Maret 2008 didirikanlah Lembaga Pendidikan (LP) dengan memadukan antara pendidikan berbasis Pondok Pesantren dan pendidikan formal yakni Pondok Model Al Istiqomah di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.

 

"Untuk mengembangkan jamiyah NU, maka satu-satunya program yang paling efektif adalah lewat pendidikan," katanya kepada NU Online Jatim, Ahad (21/02/2021).

 

Lembaga pendidikan NU yang didirikan sebelumnya hanya sampai tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dirasa belum cukup. Sehingga, perlu adanya lembaga pendidikan untuk jenjang perguruan tinggi. Sehingga dirintislah kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah kaderisasi, dimana nanti alumni dari perguruan tinggi diharapkan mampu mendirikan sekolah-sekolah di wilayah pelosok dari kota Pacitan. 

 

"Selain mendirikan lembaga Tsanawiyah dan Aliyah maka perlu didirikan Perguruan Tinggi. Sebagai salah satu upaya pengkaderan para alumni untuk pengembangan pendirian sekolah-sekolah di wilayah Pacitan," ungkapnya. 

 

 

Perjalan dalam pendirian lembaga pendidikan tentu tak selamanya berjalan mulus. Namun, berkat modal tekad dan niat yang kuat menjadikan lebih mudah melewati rintangan yang dihadapi. Gedung STAINU yang saat ini berlokasi di Kelurahan Ploso sudah berpindah lokasi untuk ketiga kalinya.

 

"Karena kepercayaan dari masyarakat, dan saat itu kita belum punya apa-apa, untuk sementara gedungnya bergabung dengan LP Ma'arif Aliyah Pacitan, kemudian membeli tanah di Jalan S Parman didirikanlah gedung kampus yang pertama, dan beli lagi di Kelurahan Ploso yang saat ini kita tempati," terangnya.

 

Penulis: Risalatul Mu'awanah

Editor: Romza

PWNU Jatim