Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

KH Robbach Ma’sum Wafat, Nahdliyin Gresik Berduka

KH Robbach Ma’sum Wafat, Nahdliyin Gresik Berduka
Almarhum KH Robbach Ma’sum. (Foto: NOJ/SN)
Almarhum KH Robbach Ma’sum. (Foto: NOJ/SN)

Gresik, NU Online Jatim

Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Kabar duka melingkupi warga Nahdlatul Ulama atau nahdliyin, khususnya di kawasan Gresik. Betapa tidak, KH Robbach Ma’sum yang pernah menjabat sebagai bupati selama dua periode wafat, Selasa (22/9/2020).

 

Sosok Kiai Robbach demikian dekat dengan warga, khususnya Nahdliyin. Suasana sangat terasa saat pamitan setelah 10 tahun memimpin Kabupaten Gresik, terhitung sejak Selasa (31/8/2010). Sedikitnya 400 orang PNS di lingkungan kantor bupati, secara resmi melepas kepergian 'sang kiai' untuk kembali menjadi anggota masyarakat biasa, di lantai IV kantor bupati, Senin (30/8/2010).

 

Pelepasan yang terkemas dalam silaturahmi terasa mengharukan, membuat yang hadir diam sejuta kata. Mereka dengan seksama menikmati keharuan yang ditampakkan Kiai Robbach, yang tampil didampingi sang istri, Ny Hj Arminattun.

 

Apalagi, dalam setiap pidatonya selalu meminta maaf dan mengajak seluruh yang hadir untuk merenung dan berpikir bahwa dalam kehidupan ini setiap manusia mempunyai potensi berbeda.

 

"Selama bertugas saya merasa sangat didukung semua pegawai, tanpa mereka saya tidak bisa berbuat apa-apa. Bila dalam menjalankan tugas-tugas sebagai pimpinan, muncul isu demo mutasi, itu semata-mata kesalahan saya. Karena saya pemimpin, dan siap bertanggung jawab," ujar Kiai Robbah, sapaan akrabnya.

 

Yang lebih mengharukan, berkali-kali sang kiai mengatakan: "Saya akui saya bukan orang baik, tetapi saya ingin menjadi orang baik. Baik bagi keluarga, lingkungan dan agama saya. Dan yang penting, di manapun saya harus berkhidmat."

 

Pendidik yang Aktivis

Robbach Ma'shum adalah putra pasangan KH Ma'sum Sufyan dan Hj Masrifah. Pendidikan diselesaikan sejak SR, Madrasah Ibtidaiyah Ihyaul Ulum, Madrasah Tsanawiyah Ihyaul Ulum, hingga mendapatkan gelar sarjana pada tahun 1975 dari Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya. Pada 2002 berhasil menyandang gelar magister manajemen dari Universitas Kediri, Kediri.

 

Awalnya tercatat sebagai guru di MTs dan MA PP Ihyaul Ulum Dukun, Gresik sejak 1967, serta di MA Kanjeng Sepuh Sidayu (1967 -1979). Pengajar di IAIN Sunan Ampel (1976 -1983), MAN Gresik (1979 -1989), UNIG/STIT R. Santri sejak 1987, STIA Qomarudin, dan pascasarjana Universitas Putra Bangsa.

 

Tercatat sebagai aktivis yakni Wakil Ketua Senat Mahasiswa Ushuluddin IAIN Surabaya, Ketua II PC GP Ansor Gresik, Wakil Ketua KNPI Cabang Gresik, Ketua Ittihadul Mubalighin Kabupaten Gresik, Ketua NahdlatuI Ulama cabang Gresik, Ketua Divisi RMI wilayah JawaTimur, anggota pakar ICMI Orsat. Gresik, Ketua Dewan Syuro DPC Partai Kebangkitan Bangsa, dan berbagai organisasi lain.

 

Selamat jalan Kiai Robbah.

Iklan promosi NU Online Jatim