Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Khataman Al-Qur'an 98 Majelis Warnai Harlah NU di Trenggalek

Khataman Al-Qur'an 98 Majelis Warnai Harlah NU di Trenggalek
Khatmil Qur'an 98 majelis yang diadakan PC IPNU-IPPNU Trenggalek. (Foto: NOJ/ Machan Jazuli).
Khatmil Qur'an 98 majelis yang diadakan PC IPNU-IPPNU Trenggalek. (Foto: NOJ/ Machan Jazuli).

Trenggalek, Jatim NU Online

Menyambut Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke 98 Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Trenggalek mengadakan khotmil Qur'an serentak melalui zoom meeting.

 

Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Harlah IPNU ke-67 dan IPPNU ke-66. Total majelis khataman sebanyak 98 kali diikuti mulai Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), dan sebagian pengurus Pimpinan Cabang (PC) pada Rabu (24/02/2021).

 

"Kegiatan Khotmil Qur'an serentak diinisaisi dari panitia konferensi. Dalam memperingati Harlah NU sebenarnya target 67 khataman. Ditambah adanya Harlah  NU akhirya diambil angka terbesar 98 kali khataman. Terdiri dari pimpinan dibawah PC IPNU Trenggalek yang totalnya 122 sebenarnya, kita ambil 98," kata Ketua PC IPNU Trenggalek, Muchammad Saifulloh.

 

Lokasi pusat kegiatan bertempat di Gedung PCNU Kabupaten Trenggalek. Dalam kegiatan ini panitia pelaksana menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Sehingga yang hadir dibatasi tidak lebih dari jumlah pengurus.

 

"Yang hadir secara langsung ada 25, terdiri dari pengurus PC. Memang ada pembatasan agar tidak ada kerumunan," terang Saiful sapaan akrabnya.

 

Ia mengatakan, untuk mengantisispasi yang tidak hadir, jumlah majelis khataman sengaja dilebihkan. Melalui broadcast whatsapp dengan merilis jus Al-Qur'an yang dibaca sendiri-sendiri.

 

"Sejak pagi, pembacaan khotmil dilakukan. Untuk khataman sendiri, PAC berinisiatif untuk mengumpulkan satu tempat zoom," tuturnya.

 

Sesuai tema besarnya yang diambil oleh Pimpinan Pusat (PP) bagaimana di Harlah 67 memiliki transformasi pelajar untuk peradaban bangsa. Transformasi adanya  perubahan, yang pasti perubahan kearah lebih baik.

 

"Khususnya kader dan anggota, dapat melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Tentunya kita tidak meninggalkan identitas kita," ujarnya.

 

Tetap dalam ranah berbangsa yang satu dan Indonesia. "Kita boleh mengikuti perkembangan zaman, cuma kita tidak boleh meninggalkan tradisi bangsa kita," paparnya.

 

Diusia yang 67 tahun, Saifullah mengatakan, sudah waktunya IPNU dan IPPNU membuat pelajar mengisi kekosongan di berbagai sektor. "Kami berharap pengurus dari tataran ranting, komisariat, PAC, mampu meningkatkan kualitas diri. Supaya menerima anggota nanti amanah, lebih banyak lagi, solid dan lebih baik lagi," jelasnya.

 

 

Inti dalam memontum Harlah, ia berharap rekan-rekanita mampu untuk mengembangkan kualitasnya. Khususnya di ranah pengurus, karena kedepan menurutnya setelah menata sumber daya manusia pengurus kedepan akan mengalami tantangan besar. "Sudah waktunya kebermanfaatan terasa sampai pelajar secara umum," pungkasnya.

 

Penulis: Madchan Jazuli

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim