Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Khofifah Ajak Ormas Perempuan Jaga Ketahanan Pangan

Khofifah Ajak Ormas Perempuan Jaga Ketahanan Pangan
Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ/JKw)
Ketua Umum PP Muslimat NU, Hj Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NOJ/JKw)

Surabaya, NU Online Jatim
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama, Hj Khofifah Indar Parawansa mengingatkan akan adanya krisis pangan dunia. Karena itu dirinya mengajak seluruh ormas perempuan untuk ikut menjaga ketahanan pangan nasional. 


“Mulai lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, FAO dan Presiden RI, Joko Widodo sudah mengingatkan terjadinya kemungkinan krisis pangan dunia, “ katanya, Senin (13/7).

 

Dijelaskan Khofifah, hari ini beberapa negara pengekspor beras sudah menghentikan sementara ekspornya. Mereka ingin mengamankan stok pangan untuk negaranya masing-masing.  “Maka, kita juga harus memperkuat ketahanan pangan kita,” katanya pada webinar series Muslimat NU tersebut.

 

Gubernur Jatim ini bahwa ikhtiar untuk menjaga ketahanan pangan nasional bisa dimulai dari rumah masing-masing, dan jika dimungkinkan juga bisa mengajak tetangga di lingkungan sekitar. Di antaranya, menanam jenis tanaman empon-empon atau rempah-rempah, cabe, tomat, dan sayur-sayuran melalui media polybag di pekarangan rumah serta pola hydroponic yang relatif bisa dilakukan di lahan yang tidak terlalu luas.

 

“Yang harus kita lakukan adalah format kemandirian seperti ini, dengan berbasis rumah tangga,” jelasnya. 

 

Dengan demikian, Muslimat NU dan ormas perempuan lainnya serta elemen masyarakat secara luas bisa menyiapkan panduan untuk membangun ketahanan pangan di lingkungan masing-masing mulai dari hidroponik sederhana di lingkungan lahan yang terbatas. Kemudian polybag, sampai di media vas atau pot yang besar, karena bisa diisi macam-macam tanaman.

 

Khofifah menambahkan, selain menanam sayuran dan buah, lahan pekarangan rumah juga bisa dijadikan tempat untuk budi daya berbagai jenis ikan seperti ikan nila, mujair, lele dan udang. Yakni dengan cara membuat kolam kecil, atau memanfaatkan media yang sudah ada.

 

“Saya sudah melihat ternak lele yang dilakukan di dalam tong, seperti di Tulungagung. Kemudian Sabtu lalu, saya diajak memanen udang vaname di kolam edukasi Puspenerbal di Juanda, Sidoarjo,” jelasnya. 

 

Lebih lanjut, gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyampaikan, budi daya udang vaname sendiri hanya membutuhkan waktu tiga bulan, dengan profit lebih dua kali lipat dari modal yang ditanam.

 

“Jadi, jika di antara ibu-ibu Muslimat NU dan komunitas ormas perempuan lainnya ada yang memiliki lahan yang tidak terlalu luas dan berminat maka bisa dibuat kolam bundar, yang biasa dipakai untuk ikan nila atau lele, silahkan dicoba dengan disebar benur vaname,” harapnya. Itu potensi marketnya luar biasa, di samping memperoleh penghasilan, juga ikut menjaga ketahanan pangan nasional, lanjutnya.

 

Di akhir sambutannya, Khofifah meminta pembahasan pada webinar series ke depan dapat secara kontinu membahas tentang bagaimana best practice menjaga ketahanan pangan nasional. 
 

 

Dicontohkannya, jika pada hari ini membahas budi daya lele, maka pada webinar series berikutnya membahas budi daya udang, atau ikan gurami, berbagai sayur dan seterusnya. Sehingga berkelanjutan dan diikuti praktik sehingga webiner sekaligus jadi media konsultasi serta bisa jadi inspirasi padat karya sehingga multi manfaat.

 

 

Diolah dari: http://kanalsatu.com/id/post/54843
 

Iklan promosi NU Online Jatim