Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Kiai A'la Ingatkan Peran Penting Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama

Kiai A'la Ingatkan Peran Penting Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama
Wakil Ketua PWNU jatim, KH Abd A'la Basyir. (Foto: NOJ/Ist)
Wakil Ketua PWNU jatim, KH Abd A'la Basyir. (Foto: NOJ/Ist)

Sumenep, NU Online Jatim

Seperti diketahui, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) merupakan struktur yang paling dekat dengan Nahdliyin. Segala gerak laku dan degup nafas keseharian warga tentu kepengurusan di tingkat ini yang lebih tahu.  

 

Namun beberapa PRNU yang ada, ternyata menunjukkan khidmah yang kurang optimal, bahkan tidak sedikit yang ‘hidup segan, mati tak mau’. Karenanya, gerakan penguatan ranting dianggap perlu agar gairah Nahdliyin dalam berkhidmat terhadap NU kembali muncul.

 

Hal itulah yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep dengan menggelar halaqah penguatan PRNU, Jumat (4/9/2020). Kegiatan dipusatkan di aula PCNU Sumenep dengan menghadirkan KH Abd A'la Basyir, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sebagai pemateri.

 

Sebelumnya Rais PCNU Sumenep, KH Taufikurrahman FM, berharap, halaqah dapat menghasilkan kader Nahdliyyin yang solid dan militan terhadap NU. Juga semangat berkhidmah untuk umat.

 

"Mudah-mudahan ilmu yang dipaparkan oleh Kiai A'la bermanfaat dan berguna bagi kita semua," harapnya.

 

KH Abd A’la Basyir dalam penyajiannya membuka dengan tulisan KH Wahab Hasbullah yang menyatakan bahwa NU kuat. Kekuatan NU itu ibarat senjata adalah meriam. Tetapi digoncangkan hati mereka oleh propaganda luar yang menghasut seolah-olah senjata itu bukan meriam, tetapi hanya gelugu alias batang kelapa sebagai meriam tiruan.

 

"Kita sebagai Nahdliyin harus menyadari kekuatan kita. Jangan sampai terhasut oleh propaganda yang disusun oleh kelompok luar. Akan tetapi, kendatipun kekuatan kita cukup besar, jangan sampai kita terlena dengan statistik tersebut," ujarnya.

 

Guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini juga berpesan bahwa program NU harus selaras dengan permasalahan riil Nahdliyin, semisal dalam hal kesulitan ekonomi dan akses pendidikan dan kesehatan yang terbatas.

 

"Karena NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, hendaknya menjadikan isu kerakyatan di akar rumput sebagai isu utama. Jangan sampai, para pengurus hanya mengedepankan kepentingan pribadi belaka," ungkapnya.

 

Kiai A'la sangat berharap, pengurus ranting yang secara geografis bersinggungan langsung dengan masyarakat hendaknya memberikan pengajaran dan pendidikan yang baik kepada masyarakat. Juga melakukan upaya pencegahan apabila ada tetangga yang didekati oleh kelompok lain.

 

Kegiatan ini termasuk dari serangkaian acara pra-Konfercab PCNU Sumenep. Acara lain meliputi halaqah dan lokakarya penguatan ranting, haul muassis NU dan ngaji kitab 'Al-Ulama' al-Mujaddidun karya (alm.) KH Maimoen Zubair, dan nonton bareng film 'Jejak Langkah 2 Ulama’.

 

Editor: Syaifullah

 

PWNU Jatim Harlah