Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Kiai Ahmad Maimun Salim Wafat, NU Sumenep Berduka

Kiai Ahmad Maimun Salim Wafat, NU Sumenep Berduka
Almaghfurlah Kiai Ahmad Maimun Salim. (Foto: NOJ/Firdausi)
Almaghfurlah Kiai Ahmad Maimun Salim. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Duka menyelimuti keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep. Karena pada Senin (14/12/2020), Kiai Ahmad Maimun Salim wafat setelah mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Pamekasan, innalillahi wainna ilaihi rajiun.

 

Almarhum pernah diamanahi sebagai Wakil Katib PCNU Sumenep masa khidmat 2015-2020. Demikian pula tercatat sebagai A’wan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dungkek.

 

Dalam penuturan KH Zainurrahman Hammam, almarhum pernah nyantri di Pondok Pesantren Al-Qararul Makin yang diasuh KH Syuja' Hasyim. Selanjutnya melanjutkan ke Pesantren Al-Is'af, Kalabaan, Guluk-guluk asuhan almaghfurlah KH Muhammad Habibullah Rais.

 

"Kiai Ahmad Maimun adalah putra Kiai Salim,” kata KH Zainurrahman, Selasa (15/12/2020).

 

Wakil Rais PCNU Sumenep tersebut menjelaskan bahwa pemikiran almarhum sama dengan aktivis lembaga bahtsul masail yakni sistematis.

 

"Beliau memegang teguh nilai-nilai ke-NU-an, mulai dari tradisi, pemikiran tokoh, adat istiadat, dan keorganisasian. Jika problem muncul, maka tidak segan-segan mendiskusikan dengan jajaran syuriyah," ungkap kiai yang juga Mustasyar MWCNU Pragaan tersebut.

 

Yang paling dikenang dari almarhum selama puluhan tahun adalah sebagai sosok alim, tawadlu, santun, dan andhap ashar. Hal tersebut selalu dijunjung tinggi dalam kehidupannya.

 

"Inilah alasan pesantren Al-Muqri mengenang beliau. Karena karakter, pemikiran, akhlak, dan amaliahnya patut diteladani oleh santri kami," tegasnya.

 

Jenazah dikebumikan di Pasarkojuk, Dusun Drusah, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Sumenep.

 

PWNU Jatim Harlah