Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Kiai Marzuki: Poligami adalah Tindakan Menyakiti Istri

Kiai Marzuki: Poligami adalah Tindakan Menyakiti Istri
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ)
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ)

Kediri, NU Online Jatim

Kebulatan tekad untuk mengarungi bahtera rumah dan memilih pasangan terbaik adalah tindakan mulia. Agama juga memerintahkan bahwa setiap pasangan harus berperilaku baik. Hal tersebut yang nantinya akan melahirkan keluarga harmonis.

 

Demikian pula, tindakan sebaliknya harus dihindari agar rumah tangga tidak berantakan. Segala sikap dan sifat yang ujung-ujungnya menyakiti pasangan, harus dihindari. Apalagi angka perceraian saat ini semakin tinggi.

 

Penegasan ini disampaikan KH Marzuki Mustamar dalam sebuah acara walimah nikah di Pesantren Jampes Kediri. Materi ceramah secara khusus ditulis oleh KH Zaimuddin Wijaya As’ad, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang di akun Facebooknya, Ahad (22/11/2020).

 

Dalam mauidlahnya, KH Marzuki Mustamar berpesan kepada pengantin yang baru saja melangsungkan akad. Khusus kepada sang perempuan untuk menjadi istri yang selalu berusaha membuat senang hati suami, apapun caranya.
 

“Karena bila suami hatinya senang, ia akan mampu berpikir dan beraktivitas dengan baik dalam menjalankan kewajibannya. Sehingga suami bisa memberi manfaat yang maksimal bagi dunia profesinya,” kata kiai yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tersebut.

 

Sementara itu, sebagai suami hendaknya menjaga hati istri. Sebab, jika hati istri tersakiti, maka besar kemungkinan akan melampiaskan kemarahannya kepada anak.

 



“Akibatnya, kondisi psikis anak akan terganggu. Ia mudah berontak, sulit diatur, hobi protes dan mudah ngamuk karena sering menerima amarah ibunya, tanpa ia tahu sebabnya,” ungkap Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang ini.

 

Mendengar penjelasan tersebut, para hadirin dan tentu saja pasangan yang sedang berada di pelaminan manggut-manggut.

 

Namun, bukan Kiai Marzuki kalau tidak menyelingi ceramah dengan humor cerdas. Dan hal ini yang kemudian membuat heboh suasana walimah.

 

"Nah, tindakan yang paling berpotensi menyakiti hati istri adalah wayuh (menambah istri)," katanya dengan suara mantab.

 

Tentu saja kalimat tersebut spontan disambut koor para ibu nyai dan ning yang juga mendampingi para kiai dan gus di lokasi resepsi: “Coocookk...” ungkap suara jamaah perempuan.

 

 

Tidak berhenti sampai di situ, bahkan Kiai Marzuki mencecar sang pengantin pria, yakni Gus Baha.

 

"Untuk itu, supaya tidak menyakiti hati istri, saya ingin tanya kepada Gus Baha. Sampean sanggup ya untuk tidak wayuh..?" tanya kiai langsung kepada pengantin pria yang dijawab dengan anggukan mantab. 

 

KH Zaimudddin Wijaya As’ad atau Gus Zu’em tidak bisa membayangkan perasaan kiai dan gus yang sudah berpoligami atau ada keinginan untuk itu.

 

“Saat itu yang terpikir di benak saya, bagaimana perasaan para hadirin yakni kiai yang bermadu atau yang berniat mau nambah lagi?” gumamnya.

 

Kalau Gus Zu’em, perasaannya bagaimana mendengar ceramah tersebut?

 

“Kalau perasaan saya sih, tenang-tenang saja. Bahkan nyantai dan adem ayem sekali. Soalnya saya duduk dekat kipas angin,” kilah Gus Zuem.​​​

PWNU Jatim Harlah