Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kiat Pelajar NU Tulungagung Pertahankan Bisnis di Masa Pandemi Covid-19

Kiat Pelajar NU Tulungagung Pertahankan Bisnis di Masa Pandemi Covid-19
Mukhammad Adam Bastian, kader IPNU di Tulungagung. (Foto: NOJ/ Puspita Hanum).
Mukhammad Adam Bastian, kader IPNU di Tulungagung. (Foto: NOJ/ Puspita Hanum).

Tulungagung, NU Online Jatim

Banyak bisnis terhenti di tengah Pandemi Covid-19. Para pelaku bisnis mengeluhkan penurunan omset bisnisnya. Hal tersebut juga dialami oleh Mukhammad Adam Bastian, kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Tulungagung. Bisnis fotografi dan dekorasi yang ia rintis pada tahun 2018 sempat mengalami penurunan omset hingga 30 persen. "Bukan kader IPNU namanya kalau menyerah pada keadaan," katanya, Ahad (01/11/2020).

 

Akhirnya ia mencoba inovasi dengan memulai bisnis baru yaitu jasa paid promote atau layanan jasa promosi berbayar dengan memanfaatkan akun media sosial. Bisnis ini dipilih karena saat awal pandemi banyak masyarakat yang memulai berdagang sebagai aktivitas baru.

 

"Saya coba kolaborasikan bisnis fotografi saya dengan bisnis baru paid promote ini," terang pria yang tinggal di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

 

Adam menjelaskan, bisnis paid promote ini diawali dengan memotret sebuah produk. Kemudian ia akan mempromosikan produk tersebut melalui akun media sosial pribadi miliknya seperti instagram, whatsapp, atau facebook.

 

Tidak hanya foto, Adam yang memiliki hobi bernyanyi juga membuat video untuk bisnis paid promote-nya. Ia memanfaatkan alat fotografi dan dekorasi yang dimiliki. "Kunci utama bisnis paid promote yaitu jaringan. Harus punya banyak teman atau followers agar jasa paid promote ini bisa menguntungkan pengelola," katanya.

 

Cukup dengan akun pribadinya, Adam menggunakan fitur statusnya di media sosial whatsapp bisa menjangkau lebih dari 600 orang setiap postingan produk. Begitu juga postingan produk di instagram dan facebook, ia mampu menjangkau 200 pengguna masing-masing media sosial tersebut.

 

Omset bersih semua bisnis Adam yang lahir pada 7 September 1994 ini mencapai Rp 7 juta lebih setiap bulan. Mengingat, bisnis dekorasi, fotografi dan paid promote merupakan bisnis yang memiliki trend bagus dan cukup menjanjikan saat pandemi. Akan tetapi, hal tersebut membuat persaingam antar pebisnis tersebut sangat ketat.

 

Adam bercerita bahwa sempat ada oknum yang menyebarkan berita tentang harga jasa yang ia berikan lebih tinggi dari harga di pasaran. "Monggo, dilihat sendiri harga dan kualitas yang saya berikan baik dekorasi, fotografi dan paid promote. Kalau memang benar harga mahal, kenapa setiap hari jumlah penguna jasa saya malah terus bertambah," ungkapnya.

 

 

Dalam menjalankan bisnis fotografi, dekorasi dan paid promote, Koordinator Bidang Kaderisari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung ini dibantu lima orang karyawan.

 

"Semua karyawan saya merupakan kader IPNU dan IPPNU. Mereka tidak hanya bekerja. Tetapi mereka juga belajar agar bisa menjalankan bisnis sendiri nanti," terang Adam.

 

Selain itu, hal ini juga sebagai upaya untuk membuktikan bahwa kader IPNU-IPPNU tidak hanya kompak dalam bidang organisasi tetapi juga hebat dalam mengembangkan bisnis. "Saya selalu berpesan kepada kader IPNU-IPPNU dan semua pelajar untuk memulai bisnis kecil. Karena saya yakin, bisnis besar bisa dimulai dari yang kecil," tandas Adam.

 

Editor: Romza

Bank Jatim (31/7)