Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kiprah Mahasiswa KKN Instika Guluk-guluk Berikan Banyak Perubahan

Kiprah Mahasiswa KKN Instika Guluk-guluk Berikan Banyak Perubahan
Santri Annuqayah terpandu dengan peta hasil KKN DR Instika. (Foto: NOJ/Firdausi)
Santri Annuqayah terpandu dengan peta hasil KKN DR Instika. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) adalah bagian dari tridarma perguruan tinggi. Dengan demikian, para calon sarjana belajar berinteraksi, bermasyarakat, dan memberdayakan potensi warga sekitar.

 

Peserta KKN-DR Posko 21 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk Sumenep telah melakukan pengabdian di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa. Selama sebulan itu, mereka melakukan pendampingan dan pemberdayaan potensi santri di masa pandemi.

 

Agar pengabdiannya dikenang, peserta memberikan kenang-kenangan berbentuk denah pesantren. Hal tersebut supaya santri baru mudah memahami lokasi pesantren yang cukup padat dengan gedung dan asrama.

 

“Selama satu bulan tim telah mengusung beragam kegiatan pendampingan, pembinaan, dan pemberdayaan potensi yang ada di pesantren. Mulai di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosio-kultural, dan keterampilan,” kata Lukmanul Hakim, Senin (7/9/2020).

 

Ketua Posko 21 KKN-DR mengucapkan terima kasih kepada ketua pengurus pesantren yang sudah memberikan kesempatan untuk melakukan pembaharuan melalui program yang sifatnya edukatif dan inovatif tanpa mengubah program pesantren.

 

"Ini hari terakhir kami menyelesaikan program KKN-DR, semoga yang kami jalankan bisa bermanfaat kepada santri," harapnya.

 

Ustadz Junaidi berterima kasih kepada peserta KKN-DR atas programnya yang cukup memberikan perubahan kepada santri.

 

Ketua Pengurus Pesantren Lubangsa tersebut mencatat banyak kegiatan yang telah dilaksanakan mahasiswa. Dari mulai program pendampingan, pemberdayaan, dan pelatihan seperti bekam, pra-nikah, seni kaligrafi Arab. Juga khutbah Jumat, qiraat wal qurra, perpustakaan keliling, penguatan literasi, membedah histogtafi dan perjuangan masyaikh.

 

“Semua memberikan warna baru bagi santri khususnya santri baru," ujarnya.

 

Dirinya berharap program yang sudah dilakukan tidak berhenti begitu saja. Diharapkan peserta KKN-DR yang sekaligus menjadi pengurus pesantren terus melakukan perbaikan kepada santri.

 

“Yakni secara inovatif dan istikamah agar santri lebih maju secara kognitif, afektif, dan psikomotorik," pungkas dia.

 

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim