Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kisah Banser di Tulungagung “Mirip” Riyanto saat Amankan Natal di Gereja

Kisah Banser di Tulungagung “Mirip” Riyanto saat Amankan Natal di Gereja
Ahmad Zackariya, Kasatkoryon Banser Ngantru Tulungagung. (Foto: NOJ/ Puspita Hanum).
Ahmad Zackariya, Kasatkoryon Banser Ngantru Tulungagung. (Foto: NOJ/ Puspita Hanum).

Tulungagung, NU Online Jatim

Meski telah wafat 20 tahun silam, jasa Riyanto sebagai salah satu anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) masih terus terkenang di hati anggota Banser Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung.

 

Pasalnya, berkat pengorbanan jiwa dan raga Riyanto, ratusan nyawa jemaat Gereja Eben Haezar Mojokerto yang sedang merayakan natal pada 24 Desember tahun 2000 silam berhasil selamat dari serangan bom.

 

"Kesigapan seorang Riyanto saat mengamankan bungkusan yang berisi bom merupakan suatu hal yang yang patut diteladani oleh anggota Banser," terang Ahmad Zackariya, Komandan Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) Banser Ngantru Kabupaten Tulungagung.

 

Zacka, panggilan akrab Komandan Satkoryon Banser Ngatru menjelaskan, kesigapan sangat dibutuhkan saat memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Ia mengklaim bahwa sikap kesigapan tersebut sudah diteladani oleh anggota Banser di Satkoryon Kecamatan Ngantru.

 

Komandan Banser yang tinggal di Desa Pinggirsari Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung ini memiliki cerita unik saat perayaan natal di salah satu gereja di Kabupaten Tulungagung beberapa tahun silam. Saat itu, ia bersama anggota Banser lainnya melihat ada kresek hitam di dekat tempat sampah. Dengan sigap Zacka mengamankan kresek hitam tersebut. Setelah dibuka, ternyata berisi sampah.

 

Bagi Zacka, kesigapan sangat dibutuhkan untuk mencegah musibah terjadi. Dengan kesigapan dalam pencegahan, maka dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh musibah.

 

Maka dari itu, tidak hanya menjaga gereja, sebagai wujud kesigapan dalam rangka meneladani Riyanto yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, Satkoryon Banser Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung telah melakukan beberapa hal.

 

"Teman-teman Banser di Kecamatan Ngantru sudah melakukan penyemprotan disinfektan di masjid dan tempat umum untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada awal bulan April tahun 2020," terangnya.

 

Bahkan Banser di Kecamatan Ngantru ini rutin melakukan bersih-bersih masjid atau mushal yang ada di seluruh kecamatan saat sebelum pandemi sampai saat ini.

 

Ketika banyak pelajar yang membutuhkan kuota atau wifi untuk mengikuti kelas online, Satkoryon Banser bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Ngantru langsung memberikan bantuan wifi gratis dan kuota murah untuk pelajar yang membutuhkan.

 

 

Tidak hanya itu, Komandan Banser di Kecamatan Ngantru tersebut juga aktif mengingatkan dan mengajak anggotanya untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat melalui konten video tentang pelaksanaan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari.

 

"Saat ini, selain mengawal kiai, kesigapan Banser diwujudkan dalam hal penanganan Covid-19. Jika memang teman-teman Kristen, Hindu, Budha, Konghucu atau Katolik membutuhkan bantuan, kami siap untuk membantu tanpa melihat latar belakang agama," jelas komandan yang masih berstatus lajang ini.

 

Editor: Romza

Bank Jatim (31/7)