Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Kisah Gus Baha Mengimami Bangsa Jin: Bikin Repot

Kisah Gus Baha Mengimami Bangsa Jin: Bikin Repot
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha)
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha)

Salah satu diantara 99 nama Allah (al-Asma’ al-Husna) adalah Al-Khaliq, artinya dialah yang menciptakan. Ciptaan Allah meliputi segala sesuatu, baik itu berupa hal-hal yang tampak oleh mata seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan alam seisinya ini, maupun keberadaan yang tidak bisa dilihat oleh mata seperti malaikat, surga, neraka, dan lain-lain. Termasuk dari makhluk Allah yang tidak terlihat oleh mata adalah jin.

 

Jin adalah makhluk ciptaan Allah subhanahu wata'ala yang berbeda dari manusia dari asal ciptaannya. Jin diciptakan oleh Allah dari api sedangkan manusia diciptakan dari tanah.


Dan dia telah menciptakan jin dari nyala api” (QS. Ar-Rahman ayat: 15).

 

Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati dari tanah” (QS Al-Mu’minun: 12).

 

Sebagai salah satu makhluk Allah subhanahu wata'ala yang tidak terlihat, jin memiliki berbagai kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia, antara lain kemampuan untuk mengubah wujudnya menjadi berbagai macam bentuk menyerupai manusia dan binatang, seperti ular, keledai, unta, sapi dan lain-lain. Hal itu seperti sebuah kisah yang dialami oleh Sayyidah Aisyah bahwa beliau melihat seekor ular dalam rumahnya. Kemudian beliau memerintahkan untuk membunuh ular tersebut. Akhirnya ular itu pun terbunuh, dan tak lama kemudian beliau diberi tahu bahwa:

 

"Ular tersebut adalah termasuk dari golongan yang pernah mendengarkan wahyu dari nabi (golongan jin)."  

 

Setelah mengerti akan hal itu beliau pun mengutus seseorang untuk pergi ke Yaman guna membeli 40 budak untuk memerdekakan. 

 

Selain kemampuan menyerupai makhluklainnya, jin yang mampu memindahkan sesuatu dalam waktu yang singkat. Hal itu seperti yang diceritakan dalam Al-Qur'an pada masa Nabi Sulaiman bahwa Ifrit yang termasuk salah satu jin sanggup untuk memindahkan singgasana Ratu Bilqis sebelum Nabi Sulaiman berdiri dari tempat duduknya. 

 

Meskipun jin itu berbeda dalam hal asal penciptaannya, tetapi dia juga makhluk Allah subhanahu wata'ala yang tujuan dari penciptaannya sama dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu tidak lain supaya beribadah kepada Allah. Hal itu sesuai dengan firman Allah subhanahu wata'ala dalam Surat Adz-Dzariyat, 56:

 

Dan tidak  Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah-Ku

 

Terkait keberadaan bangsa jin, KH Ahmad Bahauddin Nursalim pernah mendapat wasiat dari ayahnya, Kiai Nursalim bahwa jangan sekali-kali memimpin jin. Sebab, sebaik-baik jin dia memiliki sifat mencurangi. Hal itu dibuktikan dengan kisah Nabi Sulaiman yang dicurangi jin lalu diabadikan dalam Al-Quran. 

 

وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَٰنُ وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟ بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

 

Gus Baha, demikian biasa disapa, dalam sebuah kesempatan pengajian pernah mengisahkan dirinya sering dimakmumi bangsa jin. Bukannya bangga dengan kemampuannya, justru kelebihan itu membuat ahli tafsir asal Rembang, Jawa Tengah, ini dibuat repot. 


“Kiai-kiai berpesan ‘kamu alimlah kalau punya khodim jin itu jangan,” ujar Gus Baha menyampaikan pesan para kiai.

 

Dikatakan Gus Baha bahwa dunia jin itu sangat mengerikan. Jika seseorang memiliki khodim jin dan tidak kuat, maka akan berdampak pada anaknya kelak. 

 

“Pokonya kepenak (enak) kalau tidak pernah bersentuhan dengan alam gaib (bangsa jin),” pesan Gus Baha singkat.

Iklan Hari Santri