Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

KKN Instika Guluk-guluk Sumenep Beri Layanan Bekam Gratis

KKN Instika Guluk-guluk Sumenep Beri Layanan Bekam Gratis
Sejumlah santri menerima layanan bekam gratis dari KKN Instika Guluk-guluk. (Foto: NOJ/Firdausi)
Sejumlah santri menerima layanan bekam gratis dari KKN Instika Guluk-guluk. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

 

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kalau biasanya berlaku riset partisipatoris atau mahasiswa bisa terjun secara langsung ke tengah masyarakat, kali ini dikenal dengan KKN di Rumah atau KKN-DR. Tujuannya adalah ingin memutus penularan Covid-19 yang jumlah pasiennya semakin bertambah di setiap daerah.

 

Dan peserta KKN-DR Posko 21 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk menggelar kegiatan bekam gratis di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa.

 

Terlaksananya kegiatan tersebut tidak lepas dari hasil kerja sama panitia dengan Unit Kesehatan Pondok Pesantren (UKPP) daerah Lubangsa yang selalu melayani kesehatan santri.

 

Kegiatan bertajuk aksi sosial tersebut dihadiri santri daerah Lubangsa dengan total pasien 25 santri. Latar belakang dan usia mereka beragam dari mulai tingkat perguruan tinggi hingga sekolah tingkat pertama.

 

“Bekam merupakan metode dengan cara mengeluarkan darah kental yang mengandung toksin dalam tubuh manusia,” kata Ustadz Ilyasi, Sabtu (15/8).

 

Direktur UKPP Lubangsa tersebut mengutarakan bahwa bekam massal ini bagian dari upaya menjaga daya imunitas santri di masa pandemi. Sehingga seluruh santri Lubangsa mampu menjelankan aktivitasnya baik di lembaga formal maupun non formal.

 

"Kami sangat senang dengan rentetan program KKN-DR Posko 21. Yang mana sangat membantu kami untuk menjalankan program tahunan UKPP," ujarnya.

 

Sebaliknya Ustadz Lukmanul Hakim merasa bahagia dengan model KKN-DR. Karena mampu meneliti lebih dalam lagi tentang beragam problem yang ada di lingkungan Lubangsa.

 

Ketua KKN-DR Posko 21 tersebut menyatakan bahwa dari hasil persetujuan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyatakan agar kegiatan ini harus dilaksanakan. Mengingat setelah kembalinya santri ke pesantren, mayoritas berasal dari zona merah khususnya santri yang bertempat tinggal di luar Madura.

 

"Semoga dengan kegiatan ini bisa menjaga daya imunitas tubuh santri di masa pandemi dan mampu meningkatkan staminanya sehingga mampu menjalankan program pesantren yang cukup padat," harapnya.

 

Kegiatan dimulai pukul 21.00 hingga 22.30 WIB yang dipusatkan di auditorium pesantren setempat.

Iklan promosi NU Online Jatim