Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

KKN Instika Sumenep Bekali Santri dengan Pelatihan Pra-Nikah

KKN Instika Sumenep Bekali Santri dengan Pelatihan Pra-Nikah
Pelatihan pra-nikah oleh KKN Istika Guluk-guluk Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)
Pelatihan pra-nikah oleh KKN Istika Guluk-guluk Sumenep. (Foto: NOJ/Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Manusia suatu saat nanti akan menikah sebagai perwujudan dari sunnah Nabi. Untuk memperkuat mental para generasi muda, perlu diberikan bekal sejak dini bahwa pernikahan adalah sakral.

 

Berangkat dari hal tersebut, peserta Kuliah Kerja Nyata dari Rumah (KKN-DR) Posko 21 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk Sumenep melaksanakan pelatihan pra-nikah di masjid Jami' Annuqayah, Selasa (24/8).

 

Panitia mendatangkan Ustadz Abd Aziz sebagai penyaji yang juga guru fiqih munakahat di Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah.

 

Lukmanul Hakim menyatakan bahwa kegiatan merupakan salah satu program yang dipilih dosen pembimbing lapangan (DPL) untuk direalisasikan. Hal tersebut demi mengurangi jumlah perkawinan dini yang masih marak di pedesaan.

 

Ketua Posko 21 KKN-DR tersebut berharap agar peserta bisa memahami seluk beluk pernikahan mulai dari pemahaman secara istilah, syarat, hikmah, tata cara pernikahan, dan praktik akad nikah.

 

"Kami sengaja mengundang perwakilan dari organisasi daerah atau Orda yang ada di Lubangsa untuk mengikuti pelatihan ini,” katanya.

 

Disampaikan bahwa tujuan dari kegiatan agar peserta bisa belajar secara langsung dari penyaji bahwa pernikahan sakral dan tidak boleh disepelekan oleh saat menjalani hiruk pikuk keluarga.

 

Ustadz Abd Aziz menjelaskan tentang pernikahan, mulai dari pengertian, dasar hukum, rukun, syarat sah, dan kewajiban pernikahan dalam tinjauan Islam dan hukum adat.

 

"Untuk mengetahui perempuan yang baru kita kenali cukup amati hal-hal berikut,” katanya berbagi tips.

 

Pertama, jika seorang perempuan ditanyakan oleh seorang laki-laki tentang pernyataan cintanya yakni apakah kamu mencintaiku? Lalu perempuan tersebut menjawab tidak. Maka dapat disimpulkan masih perawan dan pihak pria jangan bersedih hati serta bersikap pesimis, jika perlu kejarlah dia hingga mendapatkannya.

 

Kedua adalah jika perempuan memberikan jawaban mungkin atau masih mau dipertimbangkan keputusannya. Maka dia masih perawan. Karena jawabannya pasti positif dan diamnya seorang perawan menandakan menerima.

 

Sedangkan ketiga adalah ada seorang perempuan langsung menerima seketika. "Kemungkinan dapat diagnosa perempuan tersebut tidak perawan," katanya disambut tawa hadirin.

 

Dirinya menjelaskan kriteria perempuan yang kelak akan dinikahi oleh seorang laki-laki.

 

"Jika menengok ke hadits Nabi bahwa seorang laki-laki menikahi perempuan karena beberapa hal. Yakni karena agama, keturunan, kecantikan, dan hartanya," terang dia. Nikahilah perempuan yang kuat agamanya, niscaya kalian akan meraup keuntungan, lanjutnya.

 

Mantan Kepala Madrasah Diniyah Baramij Al-Tarbiyah wa Al-Ta'lim (MD.BTT) periode 2002-2004 menyudahi kegiatan dengan praktik akad nikah. Sebelum dimulai panitia menunjuk beberapa santri dari delegasi Orda untuk menjadi bagian dari prosesi akad nikah.

 

Praktik akad nikah dimulai dari penyerahan mempelai perempuan ke penghulu. Kemudian mempelai perempuan bersama mempelai pria datang ke tempat akad nikah. Setelah 2 orang saksi berkumpul maka dilaksanakanlah ijab qabul antara penghulu dengan pengantin pria.

 

"Angkahtuka wa zawwajtuka mahtubatakal mahsunah Aisyah binti Ahmad muwakkil bi mahri khamsa miatin rubiyah,” ujar peserta.

 

Selanjutnya, mempelai pria menjawab qabiltu nikahaha wa tazwijaha bi mahril madzkur haalan. Sedangkan 2 orang saksi menjawab sah.

Iklan promosi NU Online Jatim