Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Komitmen Kembangkan Jami’yah, Ranting NU di Sumenep Lengkapi Pengurus Banom

Komitmen Kembangkan Jami’yah, Ranting NU di Sumenep Lengkapi Pengurus Banom
Kegiatan pembentukan Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Ahad (04/ 10). (Foto : NOJ/ Habiburrahman).
Kegiatan pembentukan Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Ahad (04/ 10). (Foto : NOJ/ Habiburrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

Lumrahnya, pembentukan ranting dalam organisasi badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama (NU) diinisiasi oleh tingkatan kepengurusan di atasnya. Namun, berbeda dengan yang dilakukan oleh pengurus NU di Desa Sera Barat, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

 

Pengurus Ranting NU Desa Sera Barat justru menginisiasi pembentukan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU setempat. Hal ini dilakukan setelah beberapa pekan sebelumnya juga melakukan hal serupa untuk membentuk Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor di desa setempat.

 

Acara tersebut dipusatkan di kediaman H. Rawatib, Bendahara PRNU Sera Barat, Ahad (04/10). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PC Fatayat NU Sumenep, diantaranya Tin Mayyah, Sulaihah Rasyid, Elly Kusbianti, dan Haliyah. Turut hadir juga Mamduhah, Nunung Fitriana, Lainiyatul Ma'lufah, Zahratul Atiyah dari unsur PAC Fatayat NU Bluto.

 

A. Faisol Amir menuturkan, dirinya bersama pengurus ranting yang lain menginisiasi terbentuknya Ranting Fatayat tersebut tidak lain untuk semakin memajukan NU di Desa Sera Barat. "Dan juga, mumpung pengurus sedang semangat-semangatnya dalam berkhidmah," ujarnya.

 

Ketua Ranting NU tersebut menambahkan, sejatinya ia bersama pengurus yang lain sudah sejak lama yang berkeinginan untuk membentuk dan mengaktifkan banom-banom NU di desa setempat. "Bahkan, keinginan tersebut muncul di awal-awal, ketika kami bersama pengurus lain baru saja dilantik," tambahnya.

 

Dikatakan pula bahwa hal tersebut sebagai bentuk menjam'iyahkan jamaah yang ada di Sera Barat di semua kalangan. Baik tua atau muda, juga baik laki-laki atau perempuan. "Artinya masyarakat setempat untuk bergabung di NU, tidak hanya terbatas di Ranting NU itu sendiri. Bisa di Muslimat, GP Ansor, Fatayat dan lainnya," pungkasnya.

 

Tin Mayyah mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiatif yang telah dilakukan oleh PRNU Sera Barat. "Bagaimanapun, ini telah banyak membantu kami dalam membentuk dan mengaktifkan Ranting Fatayat di akar rumput," ujarnya.

 

Ketua PC Fatayat NU Sumenep ini juga menuturkan bahwa ini merupakan hal baru baginya. Lumrahnya, pengurus Fatayat bergerilya ke bawah mencari kader untuk diajak aktif di Fatayat, tapi saat ini justru kami diminta untuk membentuk dan mengaktifkan Ranting Fatayat di bawah. "Puji syukur alhamdulillah atas yang dilakukan Ranting Sera Barat Bluto ini," ungkapnya.

 

Ia juga berpesan bahwa berkhidmat di NU, dalam hal ini Fatayat, harus mampu melewati banyak perjuangan. Selain itu, program-programnya harus merespon persoalan riil masyarakat.

 

Sementara itu, Mamduhah, Ketua PAC Fatayat NU Bluto memimpin jalannya rapat anggota dalam kegiatan tersebut. Akhirnya, terpilih sebagai Ketua Mandataris PR Fatayat NU Sera Barat ialah Lainiyatul Ma'lufah secara mufakat.

 

Sebelumnya, demi lancarnya acara serta agar pengurus yang akan dibentuk semangat dalam berkhidmah dilakukan pembacaan surat yasin, tahlil, doa bersama yang dipimpin Rois PRNU Sera Barat, Kiai Mohammad Hasan.

 

Editor : Romza

PWNU Jatim Harlah