Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kompak, Dosen dan Mahasiswa Bersinergi Mengabdi di Tengah Pandemi

Kompak, Dosen dan Mahasiswa Bersinergi Mengabdi di Tengah Pandemi
Pelatihan deteksi dini Dyscalculia. (Foto: NOJ/humas)
Pelatihan deteksi dini Dyscalculia. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Sebagai salah satu upaya untuk pemerataan pendidikan serta mendukung guru dan siswa selama masa pembelajaran daring, Universitas Islam Malang (Unisma) melakukan Program Pengabdian Masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tema Pengabdian Masyarakat kali ini adalah Deteksi Dini Dyscalculia.

 

"Dalam situasi yang memprihatinkan saat ini, kami berharap, dapat tetap mendukung para guru dan wali murid dalam mendampingi putra-putrinya selama masa pembelajaran daring,” ujar Dr Surya Sari Faradiba, Ketua Panitia.

 

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dibuka oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Politik (FKIP) Unisma, Alifiani melalui aplikasi zoom. Secara keselurahan kegiatan berlangsung dengan terpadu dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pada hari pertama, pemaparan materi terkait Deteksi Dini Dyscalculia disampaikan oleh narasumber Dr Surya Sari Faradiba. Selanjutnya, tim pengabdian juga terdapat kegiatan praktik penggunaan Dyscaculia Detection Card yang dilakukan secara langsung di sekolah didampingi oleh Okta Pita Dian Sari, mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika.

 

Dalam kegiatan ini, tim pengabdi selain membekali Dyscalculia Detection Card untuk memfasilitasi para guru dalam mendeteksi Dyscaculia, juga memberikan buku karangan Jane Emerson, Brian Butterworth, dan Patricia Babtie yang berjudul Dyscalculia Assessment-Continuum sebagai bahan kajian. Menurut jadwal, pelatihan yang telah berlangsung tanggal Selasa (09/02/2021) ini akan dilanjutkan dengan proses pendampingan sampai Sabtu (27/02/2021) mendatang.

 

“Kami siap mendampingi Bapak Ibu guru untuk melakukan deteksi dini Dyscalculia. Memang hal ini tidak mudah, perlu kerja sama dari guru dan wali murid, tapi setidaknya para guru dan wali murid sudah mulai peduli tentang screening Dyscalculia. Selama ini jika ada siswa yang nilainya kurang di matematika biasanya diberikan pekerjaan rumah tambahan atau les, yang ada nilai siswa tetap rendah dan siswa semakin stress,” ujar Okta Pita Dian Sari, fasilitator dalam kegiatan ini.

 

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim