Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Konferancab di Puncak Harlah NU, Nikmati Indahnya Berjuang di IPNU-IPPNU

Konferancab di Puncak Harlah NU, Nikmati Indahnya Berjuang di IPNU-IPPNU
Koncerancab IPNU IPPNU Sudimoro, Pacitan. (Foto: NOJ/RM)
Koncerancab IPNU IPPNU Sudimoro, Pacitan. (Foto: NOJ/RM)

Pacitan, NU Online Jatim

Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) perlu mempersiapkan diri sebagai generasi pemimpin di masa mendatang. Semangat itu pula yang ditunjukkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan. Mereka menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) ke-7 pada Ahad (28/02/2021) di Gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma'arif Sudimoro.

 

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Lahir (Harlah) ke-98 NU ini dihadiri oleh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Ketua PAC Muslimat, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Fatayat NU, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pencak Silat Pagar Nusa, dan perwakilan dari Kepala Sekolah SMK Ma'arif Sudimoro. Acara ini mendapatkan pengawalan penuh dari Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) Lembaga Corps Brigade Pembangunan (LCBP) dan Lembaga Korp Pelajar Putri (LKPP) Kecamatan Sudimoro.

 

Disampaikan oleh Ketua PAC IPNU Sudimoro, motto belajar, berjuang, bertaqwa yang ada dalam organisasi IPNU-IPPNU yang paling berat adalah 'Berjuang'. Jika bertaqwa, pertanggung jawabannya secara vertikal hanya antar individu dengan Tuhan. Namun untuk berjuang pertanggung jawabannya secara horizontal dan vertikal.

 

"Semboyan belajar, berjuang, bertawqa yang dimilik IPNU-IPPNU bagi saya hal yang paling berat adalah berjuang. Kalau bertakwa, hanya kita dan Tuhan yang tahu. Namun, jika berjuang bagi saya itu adalah peristiwa yang luar biasa," kata Muchlis Rifa'i sembari menahan air mata.

 

Diceritakan olehnya tentang perjuangan selama dua tahun kepengurusan dalam mempertahan kader. Terlebih satu tahun terakhir tidak dapat memaksimalkan perekrutan anggota karena adanya pandemi.

 

"Susahnya kalau disini (Sudimoro) itu, setiap ada kader yang mulai kelihatan aktif di IPNU, tiba-tiba direkrut yang lain. Dan otomatis kegiatan IPNU-nya mulai berkurang," tambahnya.

 

Indahnya berjuang yang dirasakan olehnya bukan hanya dalam mempertahankan kader aktif. Ia juga menceritakan bagaimana perjuangan ketika hendak melakukan kegiatan seperti kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar NU (Porsipnu) dan Konferancab di tengah pandemi. Dimana keadaan ekonomi mulai menurun.

 

"Untuk melaksanakan kegiatan seperti ini benar-benar kami rasakan bagaimana susahnya mengawal sebuah agenda. Bahkan untuk memenuhi anggaran kemarin kami sempat lalukan pengajuan proposal secara tidak langsung melalui story di media sosial. Alhamdulillah hasilnya tidak sia-sia," ungkapnya.

 

Kepada pengurus baru ia berharap, agar tetap semangat dalam belajar, berjuang, bertaqwa bersama IPNU-IPPNU. Kepengurusan selanjutnya harus lebih baik karena IPNU-IPPNU adalah pengkaderan pertama di NU.

 

"Tetap semangat untuk pengurus baru yang nanti akan terpilih, semoga lebih baik dari periode sebelumnya. Karena kita tahu bahwa IPNU-IPPNU adalah ujung tombak dan merupakan pengkaderan pertama di NU, generasi NU mendatang ditentukan dari sekarang," ujarnya.

 

Penulis: Risalatul Mu'awanah

​​​​​​​Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim