Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Kopontren di Gresik Targetkan Usaha Baru Tahun 2021

Kopontren di Gresik Targetkan Usaha Baru Tahun 2021
Kegiatan RAT Kopontren Al-Karimi Desa Tebuwung, Kecamatan Tebuwung, Kabupaten Gresik, AHad (24/01/2021). (Foto: NOJ/ Syafik Hoo).
Kegiatan RAT Kopontren Al-Karimi Desa Tebuwung, Kecamatan Tebuwung, Kabupaten Gresik, AHad (24/01/2021). (Foto: NOJ/ Syafik Hoo).

Gresik, NU Online Jatim

Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Karimi Desa Tebuwung, Kecamatan Tebuwung, Kabupaten Gresik menggelar Rapat anggota tahunan (RAT), Ahad (24/01/2021). Agenda RAT adalah laporan pertanggung jawaban dan pemilihan pengurus baru masa khidmat 2021-2023.

 

Ketua Yayasan Ponpes Al-karimi KH Murtadlo Abdullah mengatakan, RAT ini adalah bagian evaluasi untuk LPJ selama satu tahun pengurus dan pengawas koperasi. Menurutnya, keanggotaan koperasi harus bisa mentaati apa yang menjadi ketentuan dan pedoman koperasi. "Terutama bagi anggota yang hutang segera menyelesaikan jangan sampai menunggak terlalu lama. Ini yang menjadikan masalah dan terjadi penunggakan dan macet keuangan koperasi," ucapnya.

 

Ahmad Hanif, Ketua Kopontren Al-karimi mengatakan, RAT ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan walaupun dimasa Pandemi Covid-19. "Ya kita tetap prosedur melaksanakan Prokes dengan 3M memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Dan alhamdulillah pengurus bisa melaksanakan RAT sesuai dengan agenda awal," ujarnya.

 

Hadir pada acara RAT dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Gresik, Pengurus YPP Al-karimi dan dewan guru civitas akademika YPP Al-karimi Tebuwung.

 

“Hasil dari RAT dan usulan dari anggota nanti akan dibahas pada kegiatan rapat kerja pengurus baru Kopontren Al-karimi tahun 2021," tegas Hanif yang terpilih kembali dalam pemilihan kepontren Al-karimi untuk periode 2021-2023.

 

 

Ia berharap, karena Kopontren Al-karimi bersistem syariah maka aplikasi dan usaha di bidang baru dan menejemen koperasi harus mengikuti pola syariah. “Dan nanti akan dituangkan dalam kegiatan Raker untuk kepengurusan baru yang lebih baik," pungkasnya.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah