Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kopri di UIN Malang Ajak Kader Pahami Responsif Gender

Kopri di UIN Malang Ajak Kader Pahami Responsif Gender
Acara Podcast Bincang Kopri Rayon 'Radikal' Al Faruq Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Foto: NOJ/MR)
Acara Podcast Bincang Kopri Rayon 'Radikal' Al Faruq Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Foto: NOJ/MR)

Malang, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 tak kunjung reda, justru angka positif Covid-19 makin meningkat. Melihat hal tersebut bukan berarti langkah-langkah pengkaderan harus terhenti. Seperti halnya Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Rayon 'Radikal' Al Faruq Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Podcast Bincang Kopri. Acara yang digelar secara virtual pada Selasa (26/01/2021) mengambil tema 'Responsif Gender di Dalam Organisasi Mahasiswa'.

 

"Acara sore hari ini merupakan salah satu program kerja Kopri Rayon 'Radikal' Al Faruq, yakni Podcast Bincang Kopri. Podcast bincang Kopri ini diadakan satu bulan sekali. Podcast Bincang Kopri disiarkan secara langsung melalui live instagram @kopri.alfaruq," kata Devia Febri Ameliana, Ketua Kopri Rayon 'Radikal' Al Faruq.

 

Devia sapaan akrabnya menegaskan bahwa, kegiatan ini tidak hanya untuk kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saja, namun semua kalangan juga bisa mengikutinya. Dalam kegiatan kali ini turut mengundang pemateri Leady Kholifatur Rohmah, Ketua Kopri Rayon 'Radikal' Al Faruq masa khidmat 2017-2018. 

 

"Kegiatan ini perlu di adakan, karena untuk mewujudkan keserasian gender, meluruskan isu-isu gender yang terjadi di kalangan masyarakat kita, memperoleh akses, kontrol, partisipasi, dan manfaat yang sama bagi semua. Karena sejatinya gender itu tak hanya melibatkan perempuan saja, namun juga laki-laki," Imbuh Devia.

 

Dirinya berharap, Podcast Bincang Kopri dapat mengedukasi para kader PMII.

 

"Kami berharap, setelah Podcast Bincang Kopri ini nantinya dapat mengedukasi, menambah ilmu dan pengetahuan masyarakat dimanapun berada terkhusus kader-kader PMII," harapnya.

 

Leady dalam materinya memaparkan bahwa ketidakadilan gender tidak hanya lahir dari orang lain, namun terkadang juga lahir dari diri kita sendiri.

 

"Hal itu bisa terjadi karena dibentuk oleh lingkungan dan konstruksi sosial yang terbentuk di masyarakat. Dan keadilan itu bisa lahir ketika kita bersama-sama mengimplementasikan dalam pemikiran dan dalam kegiatan bahwasanya kita semua itu ada dan bisa terus bersama," jelasnya

 

Leady berharap, kader-kader PMII dapat mengamalkan pengetahuan yang telah didapat dari podcast ini.

 

"Saya berharap besar kepada semua audiens terutama kader-kader PMII untuk bisa mengimplementasikan minimal di kehidupan sehari-hari. Seperti diimplementasikan melalui cara bersikap, cara memutuskan suatu hal, juga bagaimana cara memberikan ide atau gagasan," pungkasnya.

 

Penulis: Moch Miftachur Rizki

​​​​​​​Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim