Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kreatif, Santri di Sidoarjo Tampilkan Formasi Peta Indonesia Usai Upacara HUT RI

Kreatif, Santri di Sidoarjo Tampilkan Formasi Peta Indonesia Usai Upacara HUT RI
Kreatifitas santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam atau Mahika yang berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur saat HUT RI. (Foto : NOJ/ Yuli Rianto)
Kreatifitas santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam atau Mahika yang berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur saat HUT RI. (Foto : NOJ/ Yuli Rianto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Mengekspresikan rasa bangga dan cinta tanah air saat HUT RI bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti kreatifitas yang ditampilkan para santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam atau Mahika yang berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka menampilkan formasi peta indonesia usai pelaksanaan Upacara HUT RI ke-75, Senin (18/ 08/ 2020).

 

Moh Ardila, salah seorang pengurus pesantren Mahika mengatakan, bahwa upacara yang digelar setiap tahun tersebut selalu menampilkan kreasi santri yang luar biasa. Semua digelar seusai upacara.

 

“Kali ini para santri membuat selebrasi mozaik bernuansa merah putih. Mereka berbaris membentuk peta Indonesia,” katanya kepada media ini.

 

Ia menjelaskan, formasi mozaik tersebut terdiri dari ribuan santri yang membentuk barisan. Mozaik berbentuk peta Indonesia, selain itu juga terdapat foto para pahlawan dan logo Pesantren Mahika. “Meskipun dalam jumlah banyak, para santri tetap mengikuti protokol kesehatan yakni menggunakan masker dan menjaga jarak barisan saat upacara berlangsung,” ungkap Ardila.


Menurutnya, meskipun di tengah pandemi Covid-19, para santri tetap antusias dan mengikuti dengan seksama seluruh rangkaian acara sampai selesai. “Tentu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” tegas Ardila.


Sememntara upacara bendera yang diikuti sekitar 1250 orang santri tersebut berjalan penuh khidmat dan dipusatkan di lapangan desa setempat.


KH Salim Imron, Pengasuh Pesantren Mahika yang bertindak selaku pembina upacara berpesan agar para santri bersama mempertahankan kemerdekaan RI. Karena itu bukan sebagai hadiah, melainkan diperjuangkan dengan penuh pengorbanan. “Indonesia adalah negara yang diperjuangkan oleh syuhada. Maka dari itu kita sebagai santri harus menjaga dan merawat,” kata kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Indonesia (MUI) Kabupaten Sidoarjo tersebut.


Diterangkannya, meskipun di tengah pandemi Covid-19, para santri tetap antusias dan mengikuti dengan seksama seluruh rangkaian acara sampai selesai. “Tentu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” tegasnya.
 

Iklan promosi NU Online Jatim