Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kuatkan Semangat Berkhidmah, LTMNU Sidoarjo Peringati Harlah ke-50

Kuatkan Semangat Berkhidmah, LTMNU Sidoarjo Peringati Harlah ke-50
PC LTMNU Kabupaten Sidoarjo mengadakan tasyakuran Harlah ke-50 di kediaman KH M Sholeh Qosim, Rabu (10/02/2021). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)
PC LTMNU Kabupaten Sidoarjo mengadakan tasyakuran Harlah ke-50 di kediaman KH M Sholeh Qosim, Rabu (10/02/2021). (Foto: NOJ/Yuli Riyanto)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) merupakan salah satu lembaga Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi pelaksana program jamiyah NU di bidang pengembangan dan pemberdayaan masjid.

 

Pertama kali dibentuk dengan nama HTMI (Haiah Ta’mir Masjid Indonesia) pada 9 Februari 1971 M yang bertepatan dengan tanggal 13 Dzulhijjah 1390 H. Kemudian pada tahun 2004 melalui keputusan Muktamar NU ke-31 nama HTMI dirubah menjadi LTMI (Lembaga Takmir Masjid Indonesia). Adapun perubahan nama terakhir, yakni LTMNU diputuskan pada Muktamar NU ke-32 tahun 2010 di Makassar, Sulawesi Selatan.

 

Dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) LTMNU ke-50, Pengurus Cabang (PC) LTMNU Kabupaten Sidoarjo menggelar acara tasyakuran mengusung tema ‘Berkhidmat Melayani Umat’. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul kepada muassis NU dan LTMNU, Khotmil Qur’an, Istighotsah, dan Mauidhoh Hasanah oleh KH M Sholeh Qosim, Rabu (10/02/2021) malam.

 

Dalam Mauidhohnya, Kiai Sholeh Qosim mengutip dawuh KH Masdar Farid Mas’udi, bahwa pilar eksistensi NU adalah 2 M, yakni Ma’had (pesantren) dan masjid.

 

“Pesantren sebagai pusat pembelajaran dan masjid sebagai pusat gerakan NU. Memakmurkan masjid berarti memperkokoh eksistensi NU,” kata Kiai Sholeh.

 

Menurut Kiai Sholeh, memakmurkan masjid tidak bisa sendiri, melainkan harus ada sinergi dengan semua Badan Otonom NU (Banom) dan lembaga. Dirinya juga berpesan tentang pentingnya kaderisasi, terutama kader ulama.

 

“Masjid adalah sarana yang tepat, lengkap dan efektif, jangan gampang patah. Memakmurkan masjid harus siap dikecewakan, terus bergerak dan berkhidmat,” tegas penulis buku ‘Tuntunan Shalat Seperti Nabi SAW’ tersebut.

 

Lebih lanjut, Kiai Sholeh mengajak semua yang hadir untuk menguatkan dengan doa, terutama doa kepada para ulama dan pemimpin.

 

“Semoga tetap istikamah dalam kebaikan, tetap terjaga kepatuhan dan rasa takutnya kepada Allah SWT,” tutur Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) LTMNU masa khidmat 2015-2020 ini.

 

Sementara itu, Wakil Katib PCNU Sidoarjo Gus Arisy Karomy yang turut hadir dalam acara tersebut, mengemukakan bahwa peringatan Harlah lembaga di lingkungan NU tidak kalah penting dibandingkan peringatan Harlah NU. Apalagi Harlah lembaga yang bersentuhan langsung dengan layanan umat dan penguatan basis eksistensi NU.

 

“Seperti LTMNU, peringatan seperti ini selain untuk refleksi evaluatif juga untuk konsolidasi dan upgrading semangat khidmah di sektor kemasjidan. Apalagi akhir-akhir ini banyak bermunculan masjid yang ditengarai menjadi pusat pengembangan intoleransi dan radikalisme, peringatan Harlah menjadi momentum untuk makin berbenah,” ujarnya kepada NU Online Jatim, usai acara.

 

Ketua PC LTMNU Sidoarjo, H Imam Mukhozali menerangkan, dalam rangka Harlah NU yang ke 95 dan sekaligus Harlah LTMNU yang ke 50, pihaknya telah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya dengan membuat surat edaran kepada seluruh masjid dan mushalla untuk melakukan BBM Berkah (Bersih-Bersih Masjid Berkah) serta Bakti sosial (Baksos) penyemprotan disinfektan, membagikan alat kebersihan, dan memberikan papan '7 Aksi Management Masjid NU' kepada takmir masjid.

 

“Ini kita lakukan sebagai bentuk syukur kita atas Harlah LTMNU, dan sekaligus sesuai dengan imbauan dari PB LTMNU untuk melakukan BBM Berkah secara serentak pada tanggal 29 Januari-28 Februari 2021. Selanjutnya kami melakukan kegiatan sambang masjid bersama Tim BBM Berkah PC LTMNU Sidoarjo sekaligus bersama-sama membersihkan masjid atau mushalla di tingkat MWC,” terangnya.

 

Acara ini dilangsungkan di kediaman KH M Sholeh Qosim , dihadiri oleh beberapa Pengurus Harian (PH) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo beserta jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Tampak hadir pula beberapa ketua lembaga, diantaranya PC LTMNU Sidoarjo, PC Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) dan pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) LTMNU, serta aktivis masjid dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Iklan promosi NU Online Jatim