Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kurikulum MAUWH Tambakberas Jombang Terus Merespons Kebutuhan Zaman

Kurikulum MAUWH Tambakberas Jombang Terus Merespons Kebutuhan Zaman
MAUWH Tambakberas Jombang memiliki kurikulum yang adaptif dengan keadaan. (Foto: NOJ/ISt)
MAUWH Tambakberas Jombang memiliki kurikulum yang adaptif dengan keadaan. (Foto: NOJ/ISt)

Jombang, NU Online Jatim

Visi Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas Jombang adalah terwujudnya generasi pintar, benar, profesional, peduli lingkungan, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

 

“Untuk mewujudkan visi tersebut, kurikulum MAUWH Tambakberas Jombang disusun dan dikembangkan dengan memperhatikan konteks kebutuhan lokal, nasional, dan global,” kata Miftakhul Arif, Selasa (01/06/2021). 

 

Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAUWH tersebut menjelaskan bahwa dalam konteks lokal, madrasah ini merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. 

 

 

“Karena itu, pengembangan kurikulum MAUWH mengacu pada nilai-nilai kepesantrenan yang menjunjung tinggi etika keislaman, kearifan lokal, serta tradisi intelektual pesantren yakni kitab kuning yang semuanya bersumber dari nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah ala thariqati Nahdlatil Ulama atau NU,” terangnya. 

 

Nilai kepesantrenan tersebut tercermin pada materi muatan lokal (mulok) seperti tata bahasa Arab (nahwu sharaf), kemampuan baca kitab kuning yang terintegrasi dengan bahasa daerah, tahfidz al-Qur’an, serta ke-NU-an, dan ke-Aswaja-an.

 

“Dalam konteks nasional, MAUWH merupakan lembaga pendidikan formal keislaman yakni madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Karena itu, kurikulumnya juga mengacu pada aturan yang ada,” terangnya.

 

Sesuai dengan ketentuan, maka diberlakukan Kurikulum Nasional, yakni K-13 Revisi yang diatur dalam KMA No. 183 Tahun 2019. Hal itu berlaku secara nasional untuk semua jenjang pendidikan madrasah di bawah naungan Kemenag RI.

 

“Sedangkan untuk konteks global, harus disadari bahwa saat ini kita bukan hanya menjadi bagian dari warga Indonesia, melainkan juga warga dunia,” jelas alumnus program doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut. 

 

 

Karena itu, membekali peserta didik dengan kecakapan global berupa kemampuan berkomunikasi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris adalah suatu keniscayaan. Kedua bahasa tersebut sudah menjadi kebutuhan peserta didik, baik untuk pengembangan keilmuan pada saat studi lanjut di perguruan tinggi dalam dan luar negeri, ataupun untuk kepentingan karier di dunia kerja. 

 

“Atas dasar itu, kurikulum MAUWH juga didesain agar peserta didik memiliki kemampuan berbahasa asing secara aktif melalui beragam strategi seperti kursus, muhadatsah atau speaking, magang bahasa, languange show, karya tulis ilmiah berbahasa Arab dan Inggris, hingga ujian sertifikasi bahasa dengan perguruan tinggi rekanan,” ungkapnya. 

 

Kombinasi unsur lokal, nasional, dan global dalam pengembangan kurikulum MAUWH sebagaimana diuraikan di atas selanjutnya dituangkan dalam struktur kurikulum yang terdiri atas lima kelompok mata pelajaran. Yaitu kelompok wajib a, kelompok wajib b, kelompok peminatan, kelompok lintas minat, dan muatan lokal.  

 

“Kelompok wajib a terdiri atas mata pelajaran PAI yakni al-Qur’an hadits, akidah akhlak, fiqih, dan sejarah kebudayaan Islam, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, bahasa Arab, matematika, sejarah Indonesia, dan bahasa Inggris,” terang dia. 

 

Kelompok wajib b meliputi mata pelajaran seni budaya, penjas Orkes, dan prakarya. Kelompok peminatan terdiri atas mata pelajaran peminatan seperti matematika, fisika, kimia, dan biologi untuk progam peminatan MIPA, ilmu tafsir, ilmu hadits, usul fiqih, dan bahasa Arab untuk progam peminatan keagamaan atau ilmu-ilmu agama yakni IIA. Dan sosiologi antropologi, ekonomi, sejarah, dan geografi untuk progam peminatan ilmu-ilmu sosial atau IIS. 

 

“Adapun kelompok lintas minat terdiri atas dua mata pelajaran, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris yang target utamanya adalah peserta didik cakap berbahasa Arab dan Inggris baik secara lisan ataupun tulis sesuai disiplin ilmu yang ditekuninya atau arabic and english for spesific purpose,” pungkasnya.


Editor:
F1 PWNU Jatim