Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

La’ang, Minuman Menyegarkan Khas Madura Cocok buat Takjil

La’ang, Minuman Menyegarkan Khas Madura Cocok buat Takjil
la'ang, ta'al, dan madu yang banyak dijual di pinggir jalan di Kecamatan Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/F)
la'ang, ta'al, dan madu yang banyak dijual di pinggir jalan di Kecamatan Pragaan, Sumenep. (Foto: NOJ/F)

Sumenep, NU Online Jatim

Madura tidak hanya dikenal dengan kuliner sate lalat, kaldu kokot, gulay, dan rujak petisnya. Tetapi di ujung timur Pulau Madura, Kabupaten Sumenep, ada minuman tradisional menyegarkan tenggorokan yang cocok untuk berbuka puasa. Minuman itu bernama la’ang.

 

La’ang adalah minuman yang dibuat dari perasan daun pohon siwalan atau lontar jenis perempuan yang bunganya berbentuk sulur. Sulur bunga itu kemudian dipotong sedikit demi sedikit untuk disadap getahnya.

 

Nah, cairan getah itu ditadah dengan wadah yang terbuat dari daun siwalan atau lontar lalu jadi minuman bernama la’ang.

 

“Warnanya agak putih, kuning, dan ada pula kemerah-merahan," kata Musleh, penjual La’ang di Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kepada NU Online Jatim, Ahad (18/04/2021).

 

Musleh tidak hanya menjual la’ang. Di warungnya, ia juga menjajakan buah ta’al atau siwalan yang sudah dikupas, kelapa muda, dan madu murni. Penganan itulah yang banyak diburu warga di kecamatan setempat saat Ramadlan, terutama menjelang buka puasa.

 

Ia menuturkan, ketika meminum air La’ang baik ketika mentah atau pun setelah dimasak, bisa memperbaiki ginjal, menyembuhkan asma, dan impotensi. Sedangkan daun lontar bisa digunakan sebagai kerajinan tangan berbentuk tikar pembungkus tembakau dan lainnya.

 

"Ketika tandan bunga pohon siwalan tidak dipotong menggunakan pisau, maka akan berubah menjadi buah Ta'al. Buah inilah juga diminati oleh masyarakat. Karena buah ini bisa dicampurkan ke minuman sirup. Bentuknya hampir mirip dengan kolang-kaling," kata Musleh.

 

Editor: Nur Faishal

Iklan promosi NU Online Jatim